Nonton hasil pertandingan AFF Cup antara Indonesia vs Filipina kemarin (16/12) jadi bikin gak yakin kalo Indonesia bakal masuk ke grand final kejuaraan ini. Dengan hasil kurang menyakinkan 1 - 0, itu juga sepertinya gol masuk untung-untungan.
Di pertandingan kemarin, Indonesia tampak bernar-benar bersusah payah untuk mengimbangi permainan lawan yang sebagian besar pemainnya adalah pemain asimilasi dari Eropa dan Amerika (rekan saya menyebut pertandingan kemarin adalah pertandingan melawan Inggris bukan dengan Filipina).
Kalo di kandang sendiri kita hanya bisa menghasilkan kemenangan tipis maka di pertandingan leg kedua nanti (19/12) bila permainan masih tetap seperti kemarin maka kemungkinan menang akan kecil.
Tapi tidak ada salahnya tetap berharap dan berusaha, mudah-mudahan kesebelasan kita mampu memenangkan pertandingan ini atau paling tidak menghasilkan skor seri untuk lolos ke final AFF Cup.
Jumat, 17 Desember 2010
Sabtu, 11 Desember 2010
Biar Tidak Iri
Jadi orang memang harus adil supaya tidak ada yang merasa iri karena merasa 'di-anak tirikan'. Kalo kita punya anak lebih dari satu maka kasih sayang dan perhatian kita juga harus kita curahkan dengan adil agar anak-anak kita tidak ada yang merasa 'terzolimi' karena iri merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil.
Atau bila kita memiliki istri lebih dari satu, begitu juga...he he he, karena akibatnya bakal kacau kalo kita sampai tidak adil karena resikonya adalah 'dunia-akhirat'. Kita berdosa bila tidak bisa 'adil' dalam memberikan nafkah lahir dan batin, dan si istripun akan menuntuk ke pengadilan bila kita tidak adil dalam memperlakukan mereka.
Nah, berkaitan dengan keadilan saya juga harus adil dengan blog-blog saya yang lain agar satu blog yang jarang di-update tidak merasa iri dan ditinggalkan karena jarang terupdate. He he he... Meskipun kelihatan cukup merepotkan karena kita harus punya stok tulisan yang cukup untuk ditulis diblog-blog kita tapi paling tidak kita bisa ambil manfaatnya, yaitu kemampuan dan pengalaman menulis kita akan semakin terasah.
Saya juga heran, ada seorang blogger yang memiliki blog lebih dari tiga tapi mampu mengupdate ke setiap blognya dengan rutin hampir setiap hari... ckckck... bahkan dengan tulisan yang beragam, meskipun kita tidak tahu apakah itu hasil 'copy-paste' atau bukan tapi yang jelas isinya cukup menarik.
Apapun isi blog kita sebenarnya tidak perlu diributkan, apakah itu hasil 'copy-paste' atau 'repost' yang pasti itu adalah hak dari si-empunya blog yang penting mendatangkan manfaat bagi pemiliknya dan kalo bisa bermanfaat juga buat pembacanya.
Jangan seperti tulisan-tulisan saya di sini yang isinya hanya celotehan-celotehan yang mungkin tidak jelas buat Anda tapi setidaknya saya bisa menulis sesuatu di sini walo hanya sekedar menumpahkan isi hati.
Atau bila kita memiliki istri lebih dari satu, begitu juga...he he he, karena akibatnya bakal kacau kalo kita sampai tidak adil karena resikonya adalah 'dunia-akhirat'. Kita berdosa bila tidak bisa 'adil' dalam memberikan nafkah lahir dan batin, dan si istripun akan menuntuk ke pengadilan bila kita tidak adil dalam memperlakukan mereka.
Nah, berkaitan dengan keadilan saya juga harus adil dengan blog-blog saya yang lain agar satu blog yang jarang di-update tidak merasa iri dan ditinggalkan karena jarang terupdate. He he he... Meskipun kelihatan cukup merepotkan karena kita harus punya stok tulisan yang cukup untuk ditulis diblog-blog kita tapi paling tidak kita bisa ambil manfaatnya, yaitu kemampuan dan pengalaman menulis kita akan semakin terasah.Saya juga heran, ada seorang blogger yang memiliki blog lebih dari tiga tapi mampu mengupdate ke setiap blognya dengan rutin hampir setiap hari... ckckck... bahkan dengan tulisan yang beragam, meskipun kita tidak tahu apakah itu hasil 'copy-paste' atau bukan tapi yang jelas isinya cukup menarik.
Apapun isi blog kita sebenarnya tidak perlu diributkan, apakah itu hasil 'copy-paste' atau 'repost' yang pasti itu adalah hak dari si-empunya blog yang penting mendatangkan manfaat bagi pemiliknya dan kalo bisa bermanfaat juga buat pembacanya.
Jangan seperti tulisan-tulisan saya di sini yang isinya hanya celotehan-celotehan yang mungkin tidak jelas buat Anda tapi setidaknya saya bisa menulis sesuatu di sini walo hanya sekedar menumpahkan isi hati.
Rabu, 08 Desember 2010
Kelilit 'Utang' Neeeeh...
Hehehe... Saya lagi kelilit utang tulisan nih, dalam beberapa hari terakhir ini praktis tidak ada tulisan yang sedikit serius terutama untuk blog dan website tutorial yang saya maintain.
memang, kebetulan saya lagi menulis tutorial tentang pemrograman web dengan Python yang sengaja saya buat secara 'berseri' termasuk dalam bentuk e-book dan sample kode programnya.
Tapi dalam beberapa hari terakhir saya lagi merasa sedikit 'exciting' dengan CMS Drupal karena saya lagi coba-coba belajar theming dan penggunaan modul-modulnya yang agak sedikit mengganggu konsentrasi tulisan tutorial saya.
Hmmm... Bismillah ajalah, mudah-mudahan utangnya cepet lunas.
memang, kebetulan saya lagi menulis tutorial tentang pemrograman web dengan Python yang sengaja saya buat secara 'berseri' termasuk dalam bentuk e-book dan sample kode programnya.
Tapi dalam beberapa hari terakhir saya lagi merasa sedikit 'exciting' dengan CMS Drupal karena saya lagi coba-coba belajar theming dan penggunaan modul-modulnya yang agak sedikit mengganggu konsentrasi tulisan tutorial saya.
Hmmm... Bismillah ajalah, mudah-mudahan utangnya cepet lunas.
Sabtu, 27 November 2010
Mesti Hati-hati Kalo Bikin Peraturan
He he he, ngeblog sambil nunggu hujan diluar berhenti dan ngisi 'kekosongan'... jadi inget sama seorang rekan yang tiba-tiba tergopoh-gopoh keluar dari toilet kantor sambil menutup resletingnya yang masih terbuka dan masuk ke ruangan kerja saya.
'Busyet deh Nal, tadi gue baru aja buka celana mo buang air... eh ada tulisan nempel di closet katanya -Dilarang Memasukan Benda Apapun ke Dalam Closet ini, bikin gue ga jadi kencing.. ngebaca tulisan itu, gue langsung masukin 'itu' gue ke celana. sapa sih yang nempelin tulisan itu ?'
Kurang lebih itulah kata-katanya saat keluar dari toilet sambil setengah teriak dan sambil 'cengar-cengir', tentu saja kata-katanya di atas hanya lelucon. Tapi kalo dipikir-pikir, kenapa juga mesti ada larangan seperti itu di closet... he he he.
Larangan ataupun peraturan kalo tidak dibuat hati-hati memang bisa membahayakan, kalo saja tulisan closet di atas memang dilakukan oleh setiap orang yang membacanya gak bisa dibayangkan berbahayanya buat kesehatan... bisa-bisa semua orang bisa kencing batu karena menahan 'pipis'.
Sebuah peraturan juga bisa dilanggar dengan mudah hanya dengan sedikit kemampuan silat lidah, contohnya tulisan 'Dilarang Merokok di Sini'. Seorang rekan saya dengan santainya merokok di ruangan kerja sambil bekerja... melihat itu saya langsung menegurnya, 'Hei, situ ga baca kalo di sini ga boleh merokok ?' tau ga apa kira-kira jawabannya ?
'Lho yang dilarang khan merokok di dinding itu, karena tulisannya hanya bilang -Dilarang Merokok di Sini (dinding tempat larangan tersebut nempel), coba kalo tulisannya -Dilarang Merokok di Ruangan Ini, nah itu yang benar....'
Sekilas benar juga jawabannya meskipun kedengeran bodoh tapi itu memang jawaban yang 'pintar'. Mendengar jawaban itu bikin saya mangkel tapi sambil tertawa...
Nah jadi jangan heran, sebanyak apapun peraturan, larangan dan undang-undang yang dibuat selama aturan tersebut dibuat hanya sekedar 'dibuat' tapi memiliki celah dan 'multi interpretasi' dipastikan banyak pelanggar hukum, koruptor dan 'maling' berkerah putih yang lolos dari jeratan hukum. Dan anekdot yang menyatakan 'Peraturan itu dibuat untuk dilanggar' itu ada benarnya, mungkin inilah yang menjadikan korupsi menjadi budaya yang sulit dihapus.
Apalagi apabila sebuah peraturan yang dibuat (sengaja) untuk kepentingan dan keuntungan 'golongan' tertentu saja, ini lebih berbahaya karena dapat merugikan orang banyak.
Dan bagi 'objek' peraturan seperti kita juga harus hati-hati menyikapi peraturan yang ada agar tidak menjadi korban dari peraturan 'jadi-jadian'
'Busyet deh Nal, tadi gue baru aja buka celana mo buang air... eh ada tulisan nempel di closet katanya -Dilarang Memasukan Benda Apapun ke Dalam Closet ini, bikin gue ga jadi kencing.. ngebaca tulisan itu, gue langsung masukin 'itu' gue ke celana. sapa sih yang nempelin tulisan itu ?'
Kurang lebih itulah kata-katanya saat keluar dari toilet sambil setengah teriak dan sambil 'cengar-cengir', tentu saja kata-katanya di atas hanya lelucon. Tapi kalo dipikir-pikir, kenapa juga mesti ada larangan seperti itu di closet... he he he.
Larangan ataupun peraturan kalo tidak dibuat hati-hati memang bisa membahayakan, kalo saja tulisan closet di atas memang dilakukan oleh setiap orang yang membacanya gak bisa dibayangkan berbahayanya buat kesehatan... bisa-bisa semua orang bisa kencing batu karena menahan 'pipis'.
Sebuah peraturan juga bisa dilanggar dengan mudah hanya dengan sedikit kemampuan silat lidah, contohnya tulisan 'Dilarang Merokok di Sini'. Seorang rekan saya dengan santainya merokok di ruangan kerja sambil bekerja... melihat itu saya langsung menegurnya, 'Hei, situ ga baca kalo di sini ga boleh merokok ?' tau ga apa kira-kira jawabannya ?
'Lho yang dilarang khan merokok di dinding itu, karena tulisannya hanya bilang -Dilarang Merokok di Sini (dinding tempat larangan tersebut nempel), coba kalo tulisannya -Dilarang Merokok di Ruangan Ini, nah itu yang benar....'
Sekilas benar juga jawabannya meskipun kedengeran bodoh tapi itu memang jawaban yang 'pintar'. Mendengar jawaban itu bikin saya mangkel tapi sambil tertawa...
Nah jadi jangan heran, sebanyak apapun peraturan, larangan dan undang-undang yang dibuat selama aturan tersebut dibuat hanya sekedar 'dibuat' tapi memiliki celah dan 'multi interpretasi' dipastikan banyak pelanggar hukum, koruptor dan 'maling' berkerah putih yang lolos dari jeratan hukum. Dan anekdot yang menyatakan 'Peraturan itu dibuat untuk dilanggar' itu ada benarnya, mungkin inilah yang menjadikan korupsi menjadi budaya yang sulit dihapus.
Apalagi apabila sebuah peraturan yang dibuat (sengaja) untuk kepentingan dan keuntungan 'golongan' tertentu saja, ini lebih berbahaya karena dapat merugikan orang banyak.
Dan bagi 'objek' peraturan seperti kita juga harus hati-hati menyikapi peraturan yang ada agar tidak menjadi korban dari peraturan 'jadi-jadian'
Minggu, 21 November 2010
Inilah Budaya Tolong Menolong
Dalam masyarakat kita, budaya saling membantu, tolong menolong dan bergotong royong sudah berakar kuat. Mulai dari kerja bakti bersih-bersih kampung, memperbaiki jalan lingkungan hingga membantu saudara dan tetangga yg mengalami musibah.
Budaya ini masih banyak dilakukan sampai saat ini. Uniknya, kebiasaan ini juga masih banyak dipraktekan tdk hanya di daerah pedesaan tapi di ibukota metropolitan Jakarta kebiasaan gotong royong spt ini masih dipraktekan.
Jadi teringat saat saya menikah beberapa tahun yang lalu, saya sempat terheran-heran saat banyak tetangga dan 'family' yg membawakan kebutuhan pesta resepsi pernikahan, mulai dari beras hingga minuman mineral. Setelah resepsi saya sempat bertanya kpd istri mengenai hal tsb dan dia menjelaskan bahwa semua pemberian tsb harus 'dikembalikan' saat si pemberi mengadakan hajatan.
Walah, kalo tau begitu kenapa kita tdk minta bantuan berupa uang saja mengingat perbedaan harga saat kita harus mengembalikan pemberian tsb... he he he (bokis)
----------
Sent from my Nokia phone
Budaya ini masih banyak dilakukan sampai saat ini. Uniknya, kebiasaan ini juga masih banyak dipraktekan tdk hanya di daerah pedesaan tapi di ibukota metropolitan Jakarta kebiasaan gotong royong spt ini masih dipraktekan.
Jadi teringat saat saya menikah beberapa tahun yang lalu, saya sempat terheran-heran saat banyak tetangga dan 'family' yg membawakan kebutuhan pesta resepsi pernikahan, mulai dari beras hingga minuman mineral. Setelah resepsi saya sempat bertanya kpd istri mengenai hal tsb dan dia menjelaskan bahwa semua pemberian tsb harus 'dikembalikan' saat si pemberi mengadakan hajatan.
Walah, kalo tau begitu kenapa kita tdk minta bantuan berupa uang saja mengingat perbedaan harga saat kita harus mengembalikan pemberian tsb... he he he (bokis)
----------
Sent from my Nokia phone
Sabtu, 20 November 2010
Tanggungnya Tanggung Bulan
Ternyata ada hikmahnya juga hari sabtu di tanggal tua begini 'ngantor', selain ada kegiatan juga menghindari adanya pengeluaran yang 'tidak semestinya' karena kalo hari sabtu biasanya otak selalu minta diajak 'plesiran' entah kemana.
Meskipun terdengar 'bokis' tapi terus terang dan jujur, saat ini saya senang berada di kantor (he he he). Ada satu lagi hikmah yang bisa diambil, saya jadi doyan menulis karena kondisi kantor yang sepi begini bikin pikiran kemana-mana dan dengan menulis pikiran jadi fokus... so thanks to internet.
Dalam satu hari ini, di otak saya udah ada target satu tulisan lagi yang harus saya posting di internet. Hmmmm.... Mari menulis.....
Meskipun terdengar 'bokis' tapi terus terang dan jujur, saat ini saya senang berada di kantor (he he he). Ada satu lagi hikmah yang bisa diambil, saya jadi doyan menulis karena kondisi kantor yang sepi begini bikin pikiran kemana-mana dan dengan menulis pikiran jadi fokus... so thanks to internet.
Dalam satu hari ini, di otak saya udah ada target satu tulisan lagi yang harus saya posting di internet. Hmmmm.... Mari menulis.....
Selasa, 16 November 2010
Cuma Mau Ngeblog Azah
Beberapa waktu terakhir ini lagi 'hunting' webblog di Google, iseng-iseng berhadiah sambil iseng lihat-lihat tulisan orang sambil cari inspirasi tampilan-tampilan situs yang menarik untuk bahan belajar untuk develop situs pribadi saya.
Setelah membaca beberapa blog ada timbul pertanyaan di kepala 'Apa sih Blogger itu?' Padahal kata Blogger sendiri sudah sering saya dengar (apalagi webblog yang saya gunakan juga berdomain blogger.com).
Kalo kata situs ini Blogger adalah 'penulis catatan di internet atau di web', bila ditelisik lagi makna Blogger yang lebih mendetail dan mengena adalah seperti yang diurai di blog ini yang memaknai blogger sebagai 'objek pelaku dari sebuah blog, dengan kata lain Blogger (terlepas dari aksi google yang membeli domain blogger.com untuk layanan blognya) adalah orang-orang yang senantiasa menulis dan mengupdate blognya'.
Saya pernah membaca salah satu blog tetangga yang dengan seenak udelnya mengatakan bahwa sebuah webblog yang jarang diupdate biasanya dimiliki oleh 'blogger abal-abal' bahkan ada seorang rekan (yang mungkin tidak terlalu memahami fungsi blog) mengatakan bahwa blog yang sepi komentar adalah blog tidak laku, termasuk blog saya tentunya (he he he).
Saya setuju dengan pernyataan tulisan ini, yang menyatakan justru yang pantas diragukan KEBLOGGERAN-nya adalah mereka-mereka yang mengkotak-kotakkan komunitas blogger lain dengan memberi sebutan-sebutan bahkan istilah yang melenceng dari istilah Blogger itu sendiri.
Yap, dari pada memikirkan sikap miring dan sentimen negatif orang-orang yang mengaku BLOGGER 'kawakan' yang hanya menurunkan semangat menulis lebih baik saya terus melanjutkan tulisan saya meskipun sesekali mengutip tulisan orang lain.
Saya hanya ingin menulis 'sesuatu' apa yang ada dikepala saya, apa yang rasa serta menulis apa yang saya lihat dan saya baca menurut pandangan saya tentunya.
Saya cuma mau ngeblog aza, entah tulisan saya ini diapresiasi dan dikomentari oleh orang lain atau tidak, entah dibaca oleh orang lain atau tidak karena saya hanya ingin menulis, hanya itu.
![]() |
| Blogger logo |
Kalo kata situs ini Blogger adalah 'penulis catatan di internet atau di web', bila ditelisik lagi makna Blogger yang lebih mendetail dan mengena adalah seperti yang diurai di blog ini yang memaknai blogger sebagai 'objek pelaku dari sebuah blog, dengan kata lain Blogger (terlepas dari aksi google yang membeli domain blogger.com untuk layanan blognya) adalah orang-orang yang senantiasa menulis dan mengupdate blognya'.
Saya pernah membaca salah satu blog tetangga yang dengan seenak udelnya mengatakan bahwa sebuah webblog yang jarang diupdate biasanya dimiliki oleh 'blogger abal-abal' bahkan ada seorang rekan (yang mungkin tidak terlalu memahami fungsi blog) mengatakan bahwa blog yang sepi komentar adalah blog tidak laku, termasuk blog saya tentunya (he he he).
Saya setuju dengan pernyataan tulisan ini, yang menyatakan justru yang pantas diragukan KEBLOGGERAN-nya adalah mereka-mereka yang mengkotak-kotakkan komunitas blogger lain dengan memberi sebutan-sebutan bahkan istilah yang melenceng dari istilah Blogger itu sendiri.
Yap, dari pada memikirkan sikap miring dan sentimen negatif orang-orang yang mengaku BLOGGER 'kawakan' yang hanya menurunkan semangat menulis lebih baik saya terus melanjutkan tulisan saya meskipun sesekali mengutip tulisan orang lain.
Saya hanya ingin menulis 'sesuatu' apa yang ada dikepala saya, apa yang rasa serta menulis apa yang saya lihat dan saya baca menurut pandangan saya tentunya.
Saya cuma mau ngeblog aza, entah tulisan saya ini diapresiasi dan dikomentari oleh orang lain atau tidak, entah dibaca oleh orang lain atau tidak karena saya hanya ingin menulis, hanya itu.
Selasa, 26 Oktober 2010
Musim Banjir (Lagi)

Mungkin saya termasuk orang yang beruntung, karena masih bisa tiba dirumah dengan selamat dari banjir yang terjadi kemarin sore hingga malam hari yang membuat macet Jakarta.
Banjir semalam memang cukup merepotkan dan menyusahkan karena menimbulkan kemacetan dimana-mana. Seorang rekan saya terpaksa harus bermalam-malam dikantor karena rute menuju ke rumahnya macet total karena banjir.
Dan rekan saya yang lain terpaksa berjam-jam di ruas jalan tol karena kendaraan yang dia tumpangi terperangkap macet total hingga hampir tengah malam juga karena banjir yang melanda ruas tol.
Sebenarnya tidak terfikir oleh saya bahwa banjir semalam itu ternyata telah membuat macet Jakarta meskipun saya juga sedikit heran, walaupun pada saat jalan rute pulang saya banjir biasanya jalan alternatif yang saya ambil untuk menghindari banjir biasanya tidak semacet semalam.
Meskipun tidak macet total tapi lumayan melelahkan, karena yang biasanya jarak tempuh saat banjir hanya satu jam dari kantor ternyata tadi malam saya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk tiba dirumah.
Paska banjir kemarin tentu saja masyarakat menyalahkan pemda dan gubernurnya yang dianggap tidak mampu menangani banjir. Padahal pak Gubernur saat ini yang dulu memiliki jargon kampanye 'ahlinya Jakarta' ternyata juga tidak mampu menangani banjir seperti janji kampanye-nya dulu.
Coba tengok, proses pembangunan Kanal Timur yang diharapkan dapat mengurangi banjir ternyata sampai saat ini belum juga selesai akibat masalah-masalah yang membelit proses pembangunanya (terutama masalah ganti rugi lahannya yang sampai saat ini masih belum juga selesai).
Saat tulisan ini dibuat cuaca sore sedang mendung sambil sesekali hujan, mudah-mudahan tidak banjir seperti kemarin karena was-was juga kalo setiap hari banjir karena saya khawatir tidak semujur kemarin yang bisa tiba dirumah tanpa perlu bermacet-macet berjam-jam.
Sabtu, 23 Oktober 2010
Lagi Dan Mau Lagi Tapi...
Sampai saat ini saya sudah memiliki dua domain pribadi dan dua domain gratisan di blogspot ditambah dengan beberapa subdomain yang sebenarnya masih bisa saya gunakan. Tapi entah kenapa perasaan masih ada keinginan punya domain lagi.
Apa boleh buat, mungkin ini yang dimaksud dengan besar pasak dari pada tiang.. maksudnya keinginan memiliki domain baru sebenarnya didorong oleh keinginan saya untuk mendevelop situs baru tapi.... dari beberapa situs yang saya kelola saja sampai saat ini tampilannya belum bisa saya maintain penuh selain karena keterbatasan waktu juga karena mood saya untuk 'coding' dalam beberapa waktu terakhir turun drastis... MAAALLLEEES.... :)
Masih teringat dulu waktu 'masih muda' saat masih semangat-semangatnya, saya bisa membuat dan mendevelop website hanya dalam hitungan hari... tentu saja dengan tampilan sederhana dan fitur standard saja bahkan saya bisa membuat berbagai aplikasi hanya sekedar untuk membantu kerjaan sehari-hari.
Tapi sekarang, saat ide sudah dikelapa eh kepala tapi begitu sudah di depan komputer yang timbul hanya rasa malas... haalllaaah...
Apa boleh buat, mungkin ini yang dimaksud dengan besar pasak dari pada tiang.. maksudnya keinginan memiliki domain baru sebenarnya didorong oleh keinginan saya untuk mendevelop situs baru tapi.... dari beberapa situs yang saya kelola saja sampai saat ini tampilannya belum bisa saya maintain penuh selain karena keterbatasan waktu juga karena mood saya untuk 'coding' dalam beberapa waktu terakhir turun drastis... MAAALLLEEES.... :)
Masih teringat dulu waktu 'masih muda' saat masih semangat-semangatnya, saya bisa membuat dan mendevelop website hanya dalam hitungan hari... tentu saja dengan tampilan sederhana dan fitur standard saja bahkan saya bisa membuat berbagai aplikasi hanya sekedar untuk membantu kerjaan sehari-hari.
Tapi sekarang, saat ide sudah dikelapa eh kepala tapi begitu sudah di depan komputer yang timbul hanya rasa malas... haalllaaah...
Kamis, 02 September 2010
Ironi Negeri Tempe
Negeri tempe? Masih ingat dulu di era Orde Baru, pemerintah saat itu membudayakan tempe kepada rakyat agar terbiasa mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe. Bahkan presiden saat itu tidak segan-segan mengatakan bahwa sejak masa kecil hingga menjadi presiden selalu mengkonsumsi tempe dalam menu makannya. Bila bicara tempe, memang secara klinis kandungan gizi terutama protein dalam kedelai dan bahan lainnya pada tempe memang diakui sangat tinggi.
Tau ga sih? pada saat itu hak berbicara dan berpolitik rakyat banyak diperlakukan seperti tempe yang selalu diinjak-injak. Tapi meskipun begitu, saat itu dengan pengaruh presiden Soeharto yang begitu luas dan kuat membuat Indonesia menjadi negeri yang disegani di forum international terutama oleh negara tetangganya termasuk Australia.
Tapi saat ini, di era reformasi dan keterbukaan keadaan menjadi terbalik, saat semangat reformasi dan keterbukaan telah tumbuh dalam diri rakyat Indonesia justru wibawa, kedaulatan dan harga diri bangsa ini dengan mudahnya diinjak-injak negara lain akibat dari lemahnya wibawa pemerintah kita. Mulai dari Australia saat kirisis Timtim yang mulai turut campur urusan dalam negeri kita (dianggap salah satu penyebab Timor Timur lepas dari NKRI), Singapura yang berani memperluas wilayah daratnya dengan reklamasi pantainya hingga luas wilayahnya hampir mendekati perbatasan (dengan menggunakan pasir selundupan dari Indonesia pula) dan yang terbaru adalah Malaysia yang dulu selalu mendengungkan semangat saudara serumpun yang dengan kasat mata berani melecehkan martabat bangsa ini.
Malaysia secara terang-terangan 'merampok' budaya dan kesenian kita, perlakuan merendahkan terhadap TKI, dan merampok hasil hutan kita yang melibatkan oknum korup diperbatasan. Yang terbaru, mereka berani melanggar batas wilayah negara kita dan melakukan penangkapan terhadap petugas KKP yang saat itu tengah bertugas dan menangkap nelayan yang mencuri ikan di wilayah perairan kita dan memperlakukan mereka dengan kasar.
Tindakan pemerintahpun terkesan lamban dan 'lembek' dan tidak tegas menyikapi tindak tanduk Malaysia terlihat dari isi pidato presiden tadi malam di Mabes TNI (1/9). Menurut pendapat salah satu pengamat dari Universitas Paramadina tadi malam disalah satu radio swasta usai mendengarkan pidato presiden, sikap presiden ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi seperti investasi Malaysia di tanah air dan masih banyaknya tenaga kerja kita yang bekerja di Malaysia.
Yap, inilah salah satu pokok masalahnya. Dari sini saya melihat bahwa penyebabnya adalah kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya hingga kita begitu tergantung kepada negara lain. Apabila pemerintah memang berhasil mensejahterakan rakyatnya seperti memperluas kesempatan kerja dan mampu mendayagunakan sumber daya yang kita miliki seperti SDM dengan meningkatkan mutu pendidikan dan mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat serta mampu menjaga sumber daya yang kita miliki dengan melibatkan masyarakat maka ketergantungan kita terhadap bangsa lain dapat diminimalisir dan konflik yang menginjak-injak bangsa kita tidak perlu terjadi.
Tulisan ini hanya cermin kekecewaan saya pribadi terhadap para pemimpin negeri ini yang sebenarnya telah mendapatkan legitimasi penuh tapi tidak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut, ironisnya banyak pejabat dan oknum pemerintahan yang malah terlibat dalam banyak kasus korupsi dan suap baik secara
langsung maupun tidak langsung yang kini banyak terangkat kepermukaan bahkan tanpa malu meminta
fasilitas mewah di tengah rakyat yang masih terhimpit kesulitan hidup.
Semoga di bulan suci ramadhan ini Allah SWT membukakan pintu rahmatnya dan semoga negeri kita yang tercinta ini selalu dilindungi dari 'kehancuran' serta mampu bertahan dan terus maju dalam kerasnya persaingan global tanpa melupakan norma dan moral agama.
Tau ga sih? pada saat itu hak berbicara dan berpolitik rakyat banyak diperlakukan seperti tempe yang selalu diinjak-injak. Tapi meskipun begitu, saat itu dengan pengaruh presiden Soeharto yang begitu luas dan kuat membuat Indonesia menjadi negeri yang disegani di forum international terutama oleh negara tetangganya termasuk Australia.
Tapi saat ini, di era reformasi dan keterbukaan keadaan menjadi terbalik, saat semangat reformasi dan keterbukaan telah tumbuh dalam diri rakyat Indonesia justru wibawa, kedaulatan dan harga diri bangsa ini dengan mudahnya diinjak-injak negara lain akibat dari lemahnya wibawa pemerintah kita. Mulai dari Australia saat kirisis Timtim yang mulai turut campur urusan dalam negeri kita (dianggap salah satu penyebab Timor Timur lepas dari NKRI), Singapura yang berani memperluas wilayah daratnya dengan reklamasi pantainya hingga luas wilayahnya hampir mendekati perbatasan (dengan menggunakan pasir selundupan dari Indonesia pula) dan yang terbaru adalah Malaysia yang dulu selalu mendengungkan semangat saudara serumpun yang dengan kasat mata berani melecehkan martabat bangsa ini.
Malaysia secara terang-terangan 'merampok' budaya dan kesenian kita, perlakuan merendahkan terhadap TKI, dan merampok hasil hutan kita yang melibatkan oknum korup diperbatasan. Yang terbaru, mereka berani melanggar batas wilayah negara kita dan melakukan penangkapan terhadap petugas KKP yang saat itu tengah bertugas dan menangkap nelayan yang mencuri ikan di wilayah perairan kita dan memperlakukan mereka dengan kasar.
Tindakan pemerintahpun terkesan lamban dan 'lembek' dan tidak tegas menyikapi tindak tanduk Malaysia terlihat dari isi pidato presiden tadi malam di Mabes TNI (1/9). Menurut pendapat salah satu pengamat dari Universitas Paramadina tadi malam disalah satu radio swasta usai mendengarkan pidato presiden, sikap presiden ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi seperti investasi Malaysia di tanah air dan masih banyaknya tenaga kerja kita yang bekerja di Malaysia.
Yap, inilah salah satu pokok masalahnya. Dari sini saya melihat bahwa penyebabnya adalah kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya hingga kita begitu tergantung kepada negara lain. Apabila pemerintah memang berhasil mensejahterakan rakyatnya seperti memperluas kesempatan kerja dan mampu mendayagunakan sumber daya yang kita miliki seperti SDM dengan meningkatkan mutu pendidikan dan mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat serta mampu menjaga sumber daya yang kita miliki dengan melibatkan masyarakat maka ketergantungan kita terhadap bangsa lain dapat diminimalisir dan konflik yang menginjak-injak bangsa kita tidak perlu terjadi.
Tulisan ini hanya cermin kekecewaan saya pribadi terhadap para pemimpin negeri ini yang sebenarnya telah mendapatkan legitimasi penuh tapi tidak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut, ironisnya banyak pejabat dan oknum pemerintahan yang malah terlibat dalam banyak kasus korupsi dan suap baik secara
langsung maupun tidak langsung yang kini banyak terangkat kepermukaan bahkan tanpa malu meminta
fasilitas mewah di tengah rakyat yang masih terhimpit kesulitan hidup.
Semoga di bulan suci ramadhan ini Allah SWT membukakan pintu rahmatnya dan semoga negeri kita yang tercinta ini selalu dilindungi dari 'kehancuran' serta mampu bertahan dan terus maju dalam kerasnya persaingan global tanpa melupakan norma dan moral agama.
Langganan:
Postingan (Atom)





