Malam ini menyaksikan acara dialog di TV swasta TV One, yang malam ini mengangkat tema Ahmadiyah. Pembicaranya antara lain wakil dari MUI, juru bicara Ahmadiyah dan wakil dari Komnas HAM. Sebagai 'orang awam' saya sendiri bisa menilai betapa bohongnya Ahmadiyah ini.
Setiap kali dijelaskan bahwa Ahmadiyah telah merusak kitab suci Al-quran, setiap kali pula mereka menyatakan bahwa kitab suci mereka bukanlah Tazkirah tapi tetap Al-quran. Padahal distu mereka sendiri menyatakan bahwa Tazkirah ini bukanlah kitab suci tapi kenapa di kitab itu tercantum judul 'Wahyu Suci' ? sedangkan dalam Islam, kitab suci adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah, jadi bagaimana bisa mereka berkilah bila Tazkirah ini bukan kitab suci ?
Dalam salah satu argumennya mereka menyatakan bahwa Tazkirah berisi kumpulan 'Ilham' yang diterima Ghulam Ahmad dari Allah, ini juga membingungkan karena mereka berusaha menyembunyikan keyakinan mereka bahwa Ghulam Ahmad menerima wahyu dengan kata 'Ilham'.
Dalam salah satu argumennya juga si Jubir ini juga menyatakan bahwa wahyu yang diterima oleh Ghulam Ahmad sama seperti 'Wahyu' yang diterima oleh sahabat-sahabat Rasulullah SAW sepeninggal wafatnya. Saat si Jubir menyatakan itu saya melihat wakil MUI terlihat tersenyum dan meluruskan argumen Jubir Ahmadiyah ini bahwa Wahyu terputus setelah Rasulullah wafat (ini juga dinyatakan oleh sahabat Rasulullah) jadi tidak pernah ada wahyu yang diturunkan kepada para sahabat Rasulullah SAW.
Bahkan dalam salah satu pernyataanya mereka berani menganggap fatwa MUI itu sebuah kesalahan karena dikeluarkan tanpa didahului dialog dengan mereka, mungkin Jubir ini mengalami amnesia karena siapapun yang mengikuti berita tentang Ahmadiyah mengetahui bahwa dialog sudah dilakukan oleh umat Islam dalam hal ini ulama mulai dari tingkat nasional (hasilnya adalah keluar aturan main berupa SKB yang sudah dilanggar Ahmadiyah) sampai tingkat wilayah terkecil (tapi tetap tidak berhasil, hingga terjadi peristiwa di Cikeusik - disinyalir didalangi oknum tertentu), dan dialog ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun.
Dari sini sudah jelas bahwa klaim Ahmadiyah yang menyatakan bahwa mereka masih berpegang teguh pada Al-quran dan Hadist merupakan kebohongan besar karena dari argumen mereka ini terlihat jelas bila ilmu mereka tentang Al-quran dan Hadist sangat rendah.
Menurut saya pribadi, dari semua argumen dan penjelasan mereka tentang keislaman dan Tazkirah jelas-jelas merupakan kebohongan dan dari semua penjelasan mereka di acara dialog TV ini seperti dagelan (yang tak berisi) yang bila didengar oleh orang yang 'kurang baca' bisa tergelincir dan terperangkap masuk dalam keyakinan mereka.
Semoga kita selalu dilindungi Allah SWT dari kehancuran dan tergelincir dalam kesesatan, amiiien.
Sabtu, 19 Februari 2011
Lucu-lucuan di TV One
Labels:
Blog,
Indonesia,
Ini Saya,
Islam,
Undang-undang
Sabtu, 12 Februari 2011
Lagi Ngomongin Mesir
Pasca lengsernya Presiden Mesir - Hosni Mubarak, gema kegembiraan dan euforia-nya ternyata tidak hanya terjadi di Mesir tapi juga terjadi di negara-negara Timur Tengah (mungkin juga di Indonesia). Di Indonesia sendiri kebanyakan orang menyamai peristiwa lengsernya Mubarak dengan peristiwa lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan.
Kalo dipikir-pikir, si Mubarak ini kalah 'jantan' dan 'gentle' dibanding Pak Harto. Kenapa begitu ? ya iyalah... Bila Mubarak mundur tanpa permisi alias tanpa pidato dihadapan rakyat Mesir tapi Pak Harto dengan gagah mengumumkan kepada rakyat Indonesia mengenai pengundurandirinya (lewat siaran TV).
Kalo dilihat dari posisi strategis Mesir di Timur Tengah, saya yakin penggantinya Mubarak pasti gak jauh-jauh dari pilihannya Israel dan Amrik...
Bagaimana dengan Indonesia ?
Pasca lengsernya presiden Soeharto yang disebut era reformasi, perubahan yang mencolok adalah 'keterbukaan' dan 'kebebasan' meskipun pada prakteknya masih tetap sama, tingkat korupsi masih tinggi (bertambah tinggi ?) dan akibat semangat kebebasan rasa malu semakin menipis dan dekadensi moral menjadi lebih parah dibanding era Orba.
Lebih hebat lagi, akibat semangat keterbukaan saat ini koruptor mudah dikenali karena biasanya setelah ditangkap wajah mereka akan nongol di TV dan media cetak tapi mereka masih saja tidak bisa dihukum dan masih bisa lolos dari hukuman meskipun banyak bukti kuat yang menunjukan kejahatan mereka (bahkan ada yang tidak terjamah oleh hukum sama sekali).
Begitulah Indonesia di era reformasi, nah bagaimana nanti dengan nasib Mesir di pemerintahan yang baru ?
Kalo dipikir-pikir, si Mubarak ini kalah 'jantan' dan 'gentle' dibanding Pak Harto. Kenapa begitu ? ya iyalah... Bila Mubarak mundur tanpa permisi alias tanpa pidato dihadapan rakyat Mesir tapi Pak Harto dengan gagah mengumumkan kepada rakyat Indonesia mengenai pengundurandirinya (lewat siaran TV).
Kalo dilihat dari posisi strategis Mesir di Timur Tengah, saya yakin penggantinya Mubarak pasti gak jauh-jauh dari pilihannya Israel dan Amrik...
Bagaimana dengan Indonesia ?
Pasca lengsernya presiden Soeharto yang disebut era reformasi, perubahan yang mencolok adalah 'keterbukaan' dan 'kebebasan' meskipun pada prakteknya masih tetap sama, tingkat korupsi masih tinggi (bertambah tinggi ?) dan akibat semangat kebebasan rasa malu semakin menipis dan dekadensi moral menjadi lebih parah dibanding era Orba.
Lebih hebat lagi, akibat semangat keterbukaan saat ini koruptor mudah dikenali karena biasanya setelah ditangkap wajah mereka akan nongol di TV dan media cetak tapi mereka masih saja tidak bisa dihukum dan masih bisa lolos dari hukuman meskipun banyak bukti kuat yang menunjukan kejahatan mereka (bahkan ada yang tidak terjamah oleh hukum sama sekali).
Begitulah Indonesia di era reformasi, nah bagaimana nanti dengan nasib Mesir di pemerintahan yang baru ?
Kamis, 27 Januari 2011
Jeblok Ya Jeblok Aja.....
Saya rasa wajar bila sebagian besar masyarakat yang merasa 'keki' atas rencana kenaikan gaji presiden dan sekitar 8000 pejabat negara yang saat ini sedang diusung oleh pemerintah.
Bagaimana tidak, masyarakat kecil terutama yang bekerja di sektor publik seperti petugas kebersihan, petugas parkir hingga guru yang berada dibawah suku dinas departemen belum mendapatkan penghasilan yang memadai bahkan gaji 'pahlawan tanpa tanda jasa' (guru) sangat jauh dari mencukupi kehidupan mereka ditambah status mereka yang kebanyakan sudah mengajar selama puluhan tahun masih berstatus guru honorer.
Pak Marzuki menyatakan 'tidak adil' bila gaji Presiden dan para pejabat yang puluhan kali diatas UMR selama tujuh tahun tidak naik-naik tapi dituntut untuk tidak korupsi ? PARAH...
Apa menjamin bila dinaikan gaji korupsi akan berkurang ? sekarang gaji besar pejabat ditambah berbagai fasilitas saja masih korupsi ? Di Indonesia, korupsi dilingkungan pejabat sudah menjadi budaya warisan dari zaman pemerintahan sebelum 'era reformasi' saat ini. Tapi uniknya di zaman yang katanya 'era reformasi' dengan slogan 'Anti KKN' tapi nyatanya korupsi semakin marak dan terbuka, orang yang terjerat tuntutan korupsi bisa tampak terlihat tenang-tenang saja (bahkan masih bisa jalan-jalan) karena hukum dapat dengan mudahnya 'dibeli'.
Mmmm..... Kira-kira kapan ya saya bisa naik gaji tanpa diiringi kenaikan sembako dan BBM yang melambung tinggi ? Karena 'jatuhnya' sama saja dengan ga naik gaji :)
Bagaimana tidak, masyarakat kecil terutama yang bekerja di sektor publik seperti petugas kebersihan, petugas parkir hingga guru yang berada dibawah suku dinas departemen belum mendapatkan penghasilan yang memadai bahkan gaji 'pahlawan tanpa tanda jasa' (guru) sangat jauh dari mencukupi kehidupan mereka ditambah status mereka yang kebanyakan sudah mengajar selama puluhan tahun masih berstatus guru honorer.
''Kan sudah dapat Rp 62 juta, memangnya nggak cukup uang segitu,'' kata Masykur (50 tahun) seorang guru honorer di sebuah SMA negeri di Jakarta kepada Republika, Rabu (26/1) saat sedang menyinggung gaji yang diterima seorang kepala negara Republika Indonesia tiap bulannya yang besarnya 38 kali gaji yang dia terima.
Masykur sudah mengabdi sejak tahun 1987 dan tak kunjung diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Di Indonesia, tak hanya balita gizi buruk saja yang masih marak. Jumlah orang seperti Mansyur, pegawai honorer yang bergaji buruk, masih jutaan banyaknya.
Karir honorernya bermula di sebuah madrasah tsanawiyah di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ketika itu Masykur hanya memperoleh upah Rp 50 ribu per bulan. Kini, 23 tahun kemudian, gaji yang ia terima hanya Rp 1,6 juta. ''Itu pun ngajar di dua tempat,'' kata Masykur.
Masih dari Republika, Selamet Riyadi (46), penjaga sekolah SMAN 60 Jakarta Selatan, langsung memberi lampu hijau jika presiden dan para pejabat negara ini ingin naik gaji. ''Tapi saya jadikan PNS dulu,'' ucapnya. Lalu Selamet melanjutkan, kehidupan presiden saat ini sudah sangat berkecukupan dengan fasilitas mewah kelas satu. Karenanya tak pantas bicara gaji di tengah kehidupan rakyat masih susah.
Makruf (62), pengangkut sampah yang bekerja di bawah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, juga hanya bisa berkomentar sinis mengenai rencana kenaikan gaji para pejabat negara. Ia menilai tak seharusnya gaji pejabat naik sebab pendapatan yang diterima sudah besar. Lagipula, pejabat negara juga mendapat fasilitas dan kenyamanan yang lebih dibanding rakyat biasa. ''Naikkan gaji saya dulu dan teman-teman, bukannya mereka yang duitnya sudah banyak?''
Suara-suara diatas didengar ga ya ? Meragukan.... karena anggota DPR sendiri hanya segelintir orang saja yang menolak keras rencana ini dan yang lainnya sepertinya 'menolak' tapi ogah-ogahan. Coba aja simak yang diungkapkan oleh ketua DPR Marzuki Ali saat diwawancara oleh Republika yang lebih cendrung setuju, kenapa begitu ? ya setuju donk, kalo presiden naik gaji beliau sudah dipastikan naik gaji juga.
'Pemerintah paling tahu, pantas dan patutnya. Tapi kalau dilihat waktu tujuh tahun (presiden dan pejabat belum naik gaji),sudah sangat pantas, apalagi dengan nilai inflasi saat ini. Bisa dilihat, kalau inflasi rata-rata lima persen (per tahun), penurunan nilai gaji pejabat berapa banyak?.'
'Menurut saya, kalau memang tujuh tahun (gaji presiden dan pejabat, Red) belum pernah naik, lalu kita mengharapkan tidak ada korupsi, itu tidak adil juga. Kalau seperti itu berarti harus dilihat kembali, apakah wajar tujuh tahun tidak naik? Di lain pihak kita menuntut bekerja baik dan tidak korupsi.'
'Saya tidak bisa menyatakan pantas atau tidak pantas (naik gaji). Kalau misalnya pantas, saya tidak tahu tolok ukurnya. Kalau kepantasan dan kepatutan yang jadi masalah, kadang orang dikaitkan dengan kemiskinan, itu kan repot dan sensitif sekali. Seharusnya ada tolok ukur yang jelas, kapan boleh naik gaji.'
'Kalau masyarakat mengatakan belum pantas naik, lalu kapan pantasnya? Jangan hanya bilang tidak pantas. Harus ada indikator untuk menentukan pantas atau patutnya. Jangan pokoke, harus rasional. Misalnya, kalau mampu menurunkan kemiskinan sekian persen, lalu layak naik gaji. Jangan tidak ada ukuran.'
Pak Marzuki menyatakan 'tidak adil' bila gaji Presiden dan para pejabat yang puluhan kali diatas UMR selama tujuh tahun tidak naik-naik tapi dituntut untuk tidak korupsi ? PARAH...
Apa menjamin bila dinaikan gaji korupsi akan berkurang ? sekarang gaji besar pejabat ditambah berbagai fasilitas saja masih korupsi ? Di Indonesia, korupsi dilingkungan pejabat sudah menjadi budaya warisan dari zaman pemerintahan sebelum 'era reformasi' saat ini. Tapi uniknya di zaman yang katanya 'era reformasi' dengan slogan 'Anti KKN' tapi nyatanya korupsi semakin marak dan terbuka, orang yang terjerat tuntutan korupsi bisa tampak terlihat tenang-tenang saja (bahkan masih bisa jalan-jalan) karena hukum dapat dengan mudahnya 'dibeli'.
Mmmm..... Kira-kira kapan ya saya bisa naik gaji tanpa diiringi kenaikan sembako dan BBM yang melambung tinggi ? Karena 'jatuhnya' sama saja dengan ga naik gaji :)
Minggu, 16 Januari 2011
Sekarang Apalagi ?
Beberapa waktu terakhir ini isi berita di internet didominasi berita tentang korupsi dan Gayus. Untuk hari ini ?
Waallaah... Berita di internet hari ini kebanyakan bercerita tentang intrik politik parpol, mulai dari berita tentang parpol yang berusaha 'menggaet' tokoh-tokoh agama dan kyai untuk masuk partainya hingga berita tentang isu parpol besar yang berusaha 'menggolkan' aturan tentang perolehan suara minimal di parlemen dengan meningkatkan PT yang awalnya hanya 2.5 persen menjadi 4 persen (bahkan ada yang mengusulkan hingga di atas 5 persen) hingga parpol kecil akan semakin payah mempertahankan eksistensinya.
Apapun tujuan dan argumen parpol-parpol ini dalam intriknya muara tujuannya akan selalu sama, yaitu 'kepentingan' golongan mereka sendiri dalam hal ini kepentingan 'partai', kader dan kroni-kroninya yang tidak pernah bermanfaat banyak buat para pemilihnya. Parpol tidak lebih berperan sebagai 'agen' calon presiden dan menteri, lebih mementingkan 'kesejahteraan' kader mereka.
----------
Sent from my Nokia phone
Waallaah... Berita di internet hari ini kebanyakan bercerita tentang intrik politik parpol, mulai dari berita tentang parpol yang berusaha 'menggaet' tokoh-tokoh agama dan kyai untuk masuk partainya hingga berita tentang isu parpol besar yang berusaha 'menggolkan' aturan tentang perolehan suara minimal di parlemen dengan meningkatkan PT yang awalnya hanya 2.5 persen menjadi 4 persen (bahkan ada yang mengusulkan hingga di atas 5 persen) hingga parpol kecil akan semakin payah mempertahankan eksistensinya.
Apapun tujuan dan argumen parpol-parpol ini dalam intriknya muara tujuannya akan selalu sama, yaitu 'kepentingan' golongan mereka sendiri dalam hal ini kepentingan 'partai', kader dan kroni-kroninya yang tidak pernah bermanfaat banyak buat para pemilihnya. Parpol tidak lebih berperan sebagai 'agen' calon presiden dan menteri, lebih mementingkan 'kesejahteraan' kader mereka.
----------
Sent from my Nokia phone
Labels:
Blog,
Indonesia,
Ini Saya,
Internet,
Undang-undang
Jumat, 14 Januari 2011
Wajib Atau Potong Gaji ?
Semalam ikut pengajian kantor, kegiatan ini sendiri sempat vakum selama beberapa lama karena yang hadir selalu sedikit. Tadi malam, dalam acara pembukaan pengajian yang baru... 'Big Boss' menyatakan bahwa pengajian yang rencananya dilakukan 2 minggu sekali ini wajib dihadiri oleh setiap karyawan (tanpa kecuali).
Beliau sendiri juga sudah menyatakan akan menilai sendiri kehadiran tiap-tiap karyawan yang hadir dalam pengajian ini. Karena sifatnya wajib maka karyawan yang jarang hadir apalagi yang tidak pernah menghadiri pengajian akan dikenakan sanksi langsung dari si Boss.
Sanksi-nya bisa berupa peringatan sampai penundaan kenaikan gaji/jabatan..... waaaaah, ini merupakan terobosan terbaru dari pengajian kantor yang pernah saya ikuti. Jadi ingat dulu waktu saya ikut pengajian sekolah juga mempunyai peraturan yang hampir sama dengan pengajian ini, bila tidak ikut pengajian maka nilai pelajaran 'Agama Islam' dijamin dapat pengurangan hehehe.
Mungkin sepertinya terlalu berlebihan tapi kita ambil nilai positifnya aja, yang pertama kita jadi rajin ngaji, yang kedua kita masih bisa bersyukur ada atasan yang peduli dengan urusan 'keimanan/akhirat' karyawannya dan yang paling penting, acara pengajian ini sekalian mendoakan semoga perusahaan semakin maju dan semoga semua karyawannya 'semakin' sejahtera... amiiien
Beliau sendiri juga sudah menyatakan akan menilai sendiri kehadiran tiap-tiap karyawan yang hadir dalam pengajian ini. Karena sifatnya wajib maka karyawan yang jarang hadir apalagi yang tidak pernah menghadiri pengajian akan dikenakan sanksi langsung dari si Boss.
Sanksi-nya bisa berupa peringatan sampai penundaan kenaikan gaji/jabatan..... waaaaah, ini merupakan terobosan terbaru dari pengajian kantor yang pernah saya ikuti. Jadi ingat dulu waktu saya ikut pengajian sekolah juga mempunyai peraturan yang hampir sama dengan pengajian ini, bila tidak ikut pengajian maka nilai pelajaran 'Agama Islam' dijamin dapat pengurangan hehehe.
Mungkin sepertinya terlalu berlebihan tapi kita ambil nilai positifnya aja, yang pertama kita jadi rajin ngaji, yang kedua kita masih bisa bersyukur ada atasan yang peduli dengan urusan 'keimanan/akhirat' karyawannya dan yang paling penting, acara pengajian ini sekalian mendoakan semoga perusahaan semakin maju dan semoga semua karyawannya 'semakin' sejahtera... amiiien
Sabtu, 08 Januari 2011
Ada Unsur Politik Juga ?
Tadi sore menyaksikan pertandingan perdana Liga Primer Indonesia (LPI) lewat televisi, pertandingan perdana liga ini dibuka oleh kesebelasan Persema Malang dan Solo FC. Pertandingan dimenangkan oleh Persema dengan skor telak 5 -1.
Yang menarik dari pertandingan pembukaan ini adalah dengan hadirnya beberapa politisi antara lain Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari pandangan awam saya, mungkinkah kehadiran LPI juga dimotivasi unsur politis ?
Kenapa saya bisa berfikir seperti itu ? Itu mungkin saja, sebab seperti yang kita ketahui saat ini PSSI sebagai satu-satunya induk olahraga sepakbola nasional secara organisasi 'dikuasai' oleh pengaruh Partai Golkar dengan Nurdin Halid sebagai ketua umumnya.
Nurdin Halid adalah salah satu kader Partai Golkar yang mempunyai pengaruh besar di Indonesia timur dan banyak kalangan menilai Nurdin adalah salah seorang 'tangan kanan' ketua umum Partai Golkar saat ini. Hingga saat hingar bingar kebangkitan sepakbola tanah air, Golkar lewat PSSI berusaha mengambil simpati dan mulai berusaha menunjukan 'image' lewat geliat kebangkitan persepakbolaan tanah air.
Sedangkan semua orang tahu bahwa LPI merupakan liga tandingan Liga Super Indonesia (LSI) yang berada dibawah pembinaan PSSI. Bahkan konsorsium penyelenggara yang dimotori oleh salah seorang pengusaha besar nasional 'dituduh' oleh PSSI telah melakukan 'kudeta' dengan berusaha membentuk PSSI tandingan serta melanggar UU tentang keolahragaan nasional.
Kehadiran LPI sendiri disambut antusias oleh masyarakat luas. Ini tidak heran mengingat saat ini PSSI dinilai oleh masyarakat sudah demikian 'rusak' dan gagal dalam menciptakan prestasi dan gagal melakukan pembinaan atlet-atlet sepakbola kita serta gagal meningkatkan kemajuan dunia persepakbolaan tanah air.
Dari euforia dan dukungan masyarakat kepada LPI inilah yang mungkin mendorong masuknya unsur-unsur politis dalam kehadiran LPI, jadi tidak heran bila acara pembukaan dan laga perdana LPI dihadiri beberapa tokoh partai politik yang mungkin memiliki 'kepentingan' yang berseberangan dengan Golkar. Bahkan pemerintah sendiri (yang 'kebetulan' saat ini dikuasai partai Demokrat) sudah memberikan dukungan kepada LPI dan unsur-unsur keamanan seperti kepolisian juga nampak 'tersirat' dukungannya menyambut kehadiran LPI.
Tulisan ini bukan bermaksud memberikan analisa politik tapi hanya sekedar mengeluarkan isi hati dan pendapat pribadi saya saja mengenai persepakbolaan ditanah air, mudah-mudahan harapan masyarakat akan kebangkitan prestasi sepakbola nasional dengan murni menjunjung sportifitas, 'Fair Play' dan tidak dicampuri 'urusan poltik' tidak (lagi-lagi) dikotori oleh ulah segelintir kelompok golongan untuk kepentingan politiknya. Bagaimana dengan pendapat Anda ?
Yang menarik dari pertandingan pembukaan ini adalah dengan hadirnya beberapa politisi antara lain Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari pandangan awam saya, mungkinkah kehadiran LPI juga dimotivasi unsur politis ?
Kenapa saya bisa berfikir seperti itu ? Itu mungkin saja, sebab seperti yang kita ketahui saat ini PSSI sebagai satu-satunya induk olahraga sepakbola nasional secara organisasi 'dikuasai' oleh pengaruh Partai Golkar dengan Nurdin Halid sebagai ketua umumnya.
Nurdin Halid adalah salah satu kader Partai Golkar yang mempunyai pengaruh besar di Indonesia timur dan banyak kalangan menilai Nurdin adalah salah seorang 'tangan kanan' ketua umum Partai Golkar saat ini. Hingga saat hingar bingar kebangkitan sepakbola tanah air, Golkar lewat PSSI berusaha mengambil simpati dan mulai berusaha menunjukan 'image' lewat geliat kebangkitan persepakbolaan tanah air.
Sedangkan semua orang tahu bahwa LPI merupakan liga tandingan Liga Super Indonesia (LSI) yang berada dibawah pembinaan PSSI. Bahkan konsorsium penyelenggara yang dimotori oleh salah seorang pengusaha besar nasional 'dituduh' oleh PSSI telah melakukan 'kudeta' dengan berusaha membentuk PSSI tandingan serta melanggar UU tentang keolahragaan nasional.
Kehadiran LPI sendiri disambut antusias oleh masyarakat luas. Ini tidak heran mengingat saat ini PSSI dinilai oleh masyarakat sudah demikian 'rusak' dan gagal dalam menciptakan prestasi dan gagal melakukan pembinaan atlet-atlet sepakbola kita serta gagal meningkatkan kemajuan dunia persepakbolaan tanah air.
Dari euforia dan dukungan masyarakat kepada LPI inilah yang mungkin mendorong masuknya unsur-unsur politis dalam kehadiran LPI, jadi tidak heran bila acara pembukaan dan laga perdana LPI dihadiri beberapa tokoh partai politik yang mungkin memiliki 'kepentingan' yang berseberangan dengan Golkar. Bahkan pemerintah sendiri (yang 'kebetulan' saat ini dikuasai partai Demokrat) sudah memberikan dukungan kepada LPI dan unsur-unsur keamanan seperti kepolisian juga nampak 'tersirat' dukungannya menyambut kehadiran LPI.
Tulisan ini bukan bermaksud memberikan analisa politik tapi hanya sekedar mengeluarkan isi hati dan pendapat pribadi saya saja mengenai persepakbolaan ditanah air, mudah-mudahan harapan masyarakat akan kebangkitan prestasi sepakbola nasional dengan murni menjunjung sportifitas, 'Fair Play' dan tidak dicampuri 'urusan poltik' tidak (lagi-lagi) dikotori oleh ulah segelintir kelompok golongan untuk kepentingan politiknya. Bagaimana dengan pendapat Anda ?
Labels:
Blog,
Indonesia,
Ini Saya,
Sepakbola,
Undang-undang
Senin, 03 Januari 2011
Semangat Baru dan Rencana Baru
Hari ketiga ditahun 2011, hari ini merupakan hari pertama kita memulai rutinitas dan aktifitas, semangat baru, visi baru dan segudang target sudah menanti untuk diraih. Saya sendiri meskipun tidak ada target macam-macam tetap memiliki harapan yang lebih yang harus diraih ditahun ini.
Untuk urusan karir dan pekerjaan mungkin saya tidak memiliki target khusus. Tapi untuk urusan tulis menulis dan hal-hal yang berkaitan hobi saya (komputer dan computer programming) sepertinya saya mempunyai banyak harapan dan target yang akan saya wujudkan.
Salah satunya adalah membuat sebuah projek kecil-kecilan yang berkaitan dengan pemrograman web dengan bahasa pemrograman Python. Yang saya sebut 'Projek' disini sebenarnya bukan seperti projek Open Source seperti Wordpress, Drupal, Django dan lain-lain tapi lebih condong pada projek contoh saja karena dalam beberapa waktu terakhir ini saya sedang menulis tulisan yang berkaitan dengan pemrograman web dengan Python di salah satu weblog saya.
Yah, hitung-hitung mengembangkan kemampuan dan pengetahuan diri dalam menulis dan kemampuan pemrograman Python sambil membagi pengetahuan. Mudah-mudahan dapat berguna dan dapat lebih meningkatkan perkembangan Python di tanah air.
Untuk urusan karir dan pekerjaan mungkin saya tidak memiliki target khusus. Tapi untuk urusan tulis menulis dan hal-hal yang berkaitan hobi saya (komputer dan computer programming) sepertinya saya mempunyai banyak harapan dan target yang akan saya wujudkan.
Salah satunya adalah membuat sebuah projek kecil-kecilan yang berkaitan dengan pemrograman web dengan bahasa pemrograman Python. Yang saya sebut 'Projek' disini sebenarnya bukan seperti projek Open Source seperti Wordpress, Drupal, Django dan lain-lain tapi lebih condong pada projek contoh saja karena dalam beberapa waktu terakhir ini saya sedang menulis tulisan yang berkaitan dengan pemrograman web dengan Python di salah satu weblog saya.
Yah, hitung-hitung mengembangkan kemampuan dan pengetahuan diri dalam menulis dan kemampuan pemrograman Python sambil membagi pengetahuan. Mudah-mudahan dapat berguna dan dapat lebih meningkatkan perkembangan Python di tanah air.
Selasa, 28 Desember 2010
Beginilah Kalo Sudah Terpojok
Tadi baca salah satu link dari seorang rekan di Facebook-nya yang memberitakan tentang pernyataan ketua umum PSSI yang menyatakan perlakuan curang dan teror pihak Malaysia terhadap tim nasional Indonesia sejak kedatangan hingga jalannya pertandingan.Hmmm... karena penasaran mau baca artikel sumbernya akhirnya ketemu juga hehehe. Artikel ini menyebut Nurdin Halid lebih mengurusi urusan teror supporter Malaysia ketimbang melakukan pembenahan atas kekalahan ini dan kejadian yang timbul akibat kekacauan distribusi tiket yang terjadi di tanah air.
"Jadi memang ada hal yang teman-teman pers tidak tahu, bahwa sebetulnya timnas kita itu dari awal sudah dapat teror. Sejak dari awal latihan, menunggu bus sangat lama. Saya sampai maki-maki petugasnya," tutur Nurdin.
"Begitu kita tiba di tempat latihan, di muka gawang itu ditaburkan sesuatu serbuk yang membuat kiper kita gatal-gatal. Tapi saya belum tahu apa itu. (Pelatih) Widodo dan dokter bilang, serbuk itu menciptakan alergi, apalagi sampai bengkak-bengkak di Markus."
Kalo dipikir-pikir, kalo memang Bapak Halid ini serius dan memang memiliki bukti kalo kekalahan tim kita akibat kecurangan yang dilakukan supporter Malaysia kenapa tidak melakukan penuntutan agar hasil pertandingan di-anulir ? Dan sampai tadi malam saya juga tidak melihat tindakan berarti dari PSSI terutama Nurdin Halid untuk menyelesaikan masalah 'teror supporter' yang telah dijadikan kambing hitam oleh beliau ini.

Gaya 'ngeles' petinggi PSSI memang serupa tapi tak sama dengan anggota DPR dan pejabat yang habis ketahuan 'bobroknya', ngeles sengeles-ngelesnya kalo perlu pake alasan yang gak masuk akal dan 'menggelikan' untuk menutupi kelemahannya karena sudah mentok.
Yaaah... buat orang yang yang hanya memiliki 'strata' rakyat biasa seperti saya hanya bisa garuk-garuk kepala, urut dada sambil cengar-cengir melihat kelakuan konyol pejabat-pejabat macam ini sambil memendam sakit hati karena sudah tau dibodohin tapi gak bisa berbuat apa-apa.
Sudah waktunya 'Kemaluan' bangsa ini lebih diperbesar agar budaya malu benar-benar mendarah daging dan menjiwai moral bangsa terutama para pejabat negeri ini.
Jumat, 17 Desember 2010
Jadi Gak Yakin
Nonton hasil pertandingan AFF Cup antara Indonesia vs Filipina kemarin (16/12) jadi bikin gak yakin kalo Indonesia bakal masuk ke grand final kejuaraan ini. Dengan hasil kurang menyakinkan 1 - 0, itu juga sepertinya gol masuk untung-untungan.
Di pertandingan kemarin, Indonesia tampak bernar-benar bersusah payah untuk mengimbangi permainan lawan yang sebagian besar pemainnya adalah pemain asimilasi dari Eropa dan Amerika (rekan saya menyebut pertandingan kemarin adalah pertandingan melawan Inggris bukan dengan Filipina).
Kalo di kandang sendiri kita hanya bisa menghasilkan kemenangan tipis maka di pertandingan leg kedua nanti (19/12) bila permainan masih tetap seperti kemarin maka kemungkinan menang akan kecil.
Tapi tidak ada salahnya tetap berharap dan berusaha, mudah-mudahan kesebelasan kita mampu memenangkan pertandingan ini atau paling tidak menghasilkan skor seri untuk lolos ke final AFF Cup.
Di pertandingan kemarin, Indonesia tampak bernar-benar bersusah payah untuk mengimbangi permainan lawan yang sebagian besar pemainnya adalah pemain asimilasi dari Eropa dan Amerika (rekan saya menyebut pertandingan kemarin adalah pertandingan melawan Inggris bukan dengan Filipina).
Kalo di kandang sendiri kita hanya bisa menghasilkan kemenangan tipis maka di pertandingan leg kedua nanti (19/12) bila permainan masih tetap seperti kemarin maka kemungkinan menang akan kecil.
Tapi tidak ada salahnya tetap berharap dan berusaha, mudah-mudahan kesebelasan kita mampu memenangkan pertandingan ini atau paling tidak menghasilkan skor seri untuk lolos ke final AFF Cup.
Sabtu, 11 Desember 2010
Biar Tidak Iri
Jadi orang memang harus adil supaya tidak ada yang merasa iri karena merasa 'di-anak tirikan'. Kalo kita punya anak lebih dari satu maka kasih sayang dan perhatian kita juga harus kita curahkan dengan adil agar anak-anak kita tidak ada yang merasa 'terzolimi' karena iri merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil.
Atau bila kita memiliki istri lebih dari satu, begitu juga...he he he, karena akibatnya bakal kacau kalo kita sampai tidak adil karena resikonya adalah 'dunia-akhirat'. Kita berdosa bila tidak bisa 'adil' dalam memberikan nafkah lahir dan batin, dan si istripun akan menuntuk ke pengadilan bila kita tidak adil dalam memperlakukan mereka.
Nah, berkaitan dengan keadilan saya juga harus adil dengan blog-blog saya yang lain agar satu blog yang jarang di-update tidak merasa iri dan ditinggalkan karena jarang terupdate. He he he... Meskipun kelihatan cukup merepotkan karena kita harus punya stok tulisan yang cukup untuk ditulis diblog-blog kita tapi paling tidak kita bisa ambil manfaatnya, yaitu kemampuan dan pengalaman menulis kita akan semakin terasah.
Saya juga heran, ada seorang blogger yang memiliki blog lebih dari tiga tapi mampu mengupdate ke setiap blognya dengan rutin hampir setiap hari... ckckck... bahkan dengan tulisan yang beragam, meskipun kita tidak tahu apakah itu hasil 'copy-paste' atau bukan tapi yang jelas isinya cukup menarik.
Apapun isi blog kita sebenarnya tidak perlu diributkan, apakah itu hasil 'copy-paste' atau 'repost' yang pasti itu adalah hak dari si-empunya blog yang penting mendatangkan manfaat bagi pemiliknya dan kalo bisa bermanfaat juga buat pembacanya.
Jangan seperti tulisan-tulisan saya di sini yang isinya hanya celotehan-celotehan yang mungkin tidak jelas buat Anda tapi setidaknya saya bisa menulis sesuatu di sini walo hanya sekedar menumpahkan isi hati.
Atau bila kita memiliki istri lebih dari satu, begitu juga...he he he, karena akibatnya bakal kacau kalo kita sampai tidak adil karena resikonya adalah 'dunia-akhirat'. Kita berdosa bila tidak bisa 'adil' dalam memberikan nafkah lahir dan batin, dan si istripun akan menuntuk ke pengadilan bila kita tidak adil dalam memperlakukan mereka.
Nah, berkaitan dengan keadilan saya juga harus adil dengan blog-blog saya yang lain agar satu blog yang jarang di-update tidak merasa iri dan ditinggalkan karena jarang terupdate. He he he... Meskipun kelihatan cukup merepotkan karena kita harus punya stok tulisan yang cukup untuk ditulis diblog-blog kita tapi paling tidak kita bisa ambil manfaatnya, yaitu kemampuan dan pengalaman menulis kita akan semakin terasah.Saya juga heran, ada seorang blogger yang memiliki blog lebih dari tiga tapi mampu mengupdate ke setiap blognya dengan rutin hampir setiap hari... ckckck... bahkan dengan tulisan yang beragam, meskipun kita tidak tahu apakah itu hasil 'copy-paste' atau bukan tapi yang jelas isinya cukup menarik.
Apapun isi blog kita sebenarnya tidak perlu diributkan, apakah itu hasil 'copy-paste' atau 'repost' yang pasti itu adalah hak dari si-empunya blog yang penting mendatangkan manfaat bagi pemiliknya dan kalo bisa bermanfaat juga buat pembacanya.
Jangan seperti tulisan-tulisan saya di sini yang isinya hanya celotehan-celotehan yang mungkin tidak jelas buat Anda tapi setidaknya saya bisa menulis sesuatu di sini walo hanya sekedar menumpahkan isi hati.
Langganan:
Postingan (Atom)





