Senin, 19 Juli 2010

Test Google Extensions

Bila Anda membaca teks ini maka saya sudah berhasil posting blog saya via Google Extensions :)

Minggu, 11 Juli 2010

Besar Keinginan Tapi Tidak Ada Kemampuan

Ada rasa prihatin sekaligus menggelikan setelah mendengar pernyataan salah seorang 'veteran' PSSI tahun 1970-an dalam suatu wawancara dengan wartawan televisi swasta sore ini. Dalam pernyataannya, beliau menyatakan rasa prihatin yang sangat besar atas pembinaan persepakbolaan di tanah air. Para tokoh sepakbola di tanah air terlalu sibuk berdebat dan melupakan pembinaan sepakbola tanah air.

Keinginan untuk mengangkat sepakbola Indonesia ke kancah piala dunia seperti yang kita diharapkan ibarat mimpi di siang bolong bila kita melihat pembinaan sepakbola saat ini seperti yang diungkapkan di atas.

Salah seorang rekan saya juga pernah memiliki pemikiran yang kurang lebih sama dengan pernyataan di atas bahwa para tokoh sepakbola tanah air dan pejabat yang bertanggungjawab dengan olahraga tanah air terlalu sibuk berdebat.

Bila di negara maju (olahraganya), pembinaan dilakukan sejak dini tapi di tanah air pembinaannya dilakukan instan. Jadi jangan heran bila kemampuan atlet kita masih dibawah rata-rata. Jangankan tingkat dunia dan Asia, di tingkat ASEAN saja kita masih kedodoran.

Kamis, 08 Juli 2010

Penyakit Cacing Gelang Rugikan Negara Ratusan Miliar

Ini baru berita, binatang kecil yang menjijikan yang bernama Cacing Gelang ternyata memiliki kemampuan lebih daripada para koruptor dinegeri kita untuk urusan 'menghisap' keuangan negara. Artikel ini diambil dari artikel DetikHealth.

Secara nasional, nutrisi yang hilang dicuri oleh parasit tersebut ternyata mencapai ratusan miliar tepatnya Rp 177,5 miliar per tahun. Itu baru untuk cacing gelang. 

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Dirjen Pengendalian
 
Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), dalam jumpa pers bertema 'Bebas Cacing Bebas Berkreasi', yang berlangsung di Fx Lifestyle Mall, Senayan, Jakarta, Kamis (8/7/2010). 

Prof Tjandra Yoga memperkirakannya berdasarkan survei tahun 1986-1991, yang menunjukkan bahwa tingkat kejadian cacingan pada anak SD mencapai 60-80 persen. Sekitar 21 persen di antaranya disebabkan oleh cacing gelang (
Ascaris lumbricoides). 

Di dalam tubuh manusia, seekor cacing gelang sanggup mencuri nutrisi sebanyak 0,14 gram karbohidrat dan 0,035 gram protein dalam sehari. Sementara penderita cacingan rata-rata memiliki 6 ekor cacing gelang di perutnya.
 

Dengan perkiraan jumlah penduduk 220 juta jiwa dan konsumsi harian karbohidrat Rp 5.000/gram dan protein Rp 50.000 /gram, maka perhitungannya adalah sebagai berikut.
 

Kehilangan karbohidrat:
 
21% x 220.000.000 jiwa x 17,4% x 6 ekor cacing x 0,14 gram/hari x 365 hari x Rp 5.000 = Rp 15.404.825.000 (Rp 15,4 miliar/tahun)
 

Kehilangan protein:
 
21% x 220.000.000 jiwa x 17,4% x 6 ekor cacing x 0,035 gram/hari x 365 hari x Rp 50.000 = Rp 162.133.000.000 (Rp 162,1 miliar/tahun)
 

Cacing gelang merupakan 1 dari 3 jenis cacing parasit yang direkomendasikan oleh WHO untuk ditanggulangi. Jenis lainnya adalah cacing tambang (
Ankylostoma duodenale dan Necator americanus) dan cacing cambuk (Trichuris trichuria). 

Dalam jumlah sedikit, infeksi ketiga jenis cacing tersebut sulit dikenali. Gejala seperti mual muntah, mencret, sakit perut baru muncul setelah jumlahnya di dalam tubuh cukup banyak.
 

Cacingan juga memberi dampak pada perkembangan anak, berupa gizi buruk dan IQ rendah. Cacing tambang paling berbahaya karena kepalanya bisa masuk ke dalam mukosa usus, lalu menghisap darah dan menyebabkan anemia.

Senin, 21 Juni 2010

Dikritik Karena Dicinta

Kita harus akui hal yang paling sulit adalah menerima kritik dari orang lain. Kritikan dan teguran adalah bukti rasa sayang dan cinta (selama tidak ada tendensi dan maksud negatif tentunya). Meskipun sejujurnya sayapun kadang sulit menerima kritikan dari orang lain apalagi bila tidak ada dasar yang relevan.

Tulisan ini hanya sekedar uneg-uneg dan kritik kecil dari saya sebagai orang awam, diblog sebelumnya saya sempat menyampaikan keprihatinan saya terhadap salah satu partai politik Islam yang saya anggap telah melenceng dari jargon-jargon yang telah mereka dengungkan sendiri sebagai partai yang jujur, bersih dan profesional.

PKS kini bukanlah yang dulu, saya bukanlah simpatisan ataupun kader partai ini tapi sejak pembentukannya partai yang banyak didengungkan sebagai partai da'wah bahkan ada yang menyatakan bahwa partai ini adalah kepanjangan tangan dari gerakan da'wah Ihwanul Muslimin dari Mesir telah membuat saya kagum dan berharap banyak partai Islam yang mengklaim diri sebagai partai yang bersih ini dapat memperbaiki kebobrokan yang selama ini mendera bangsa ini.

Melihat fenomena dan tindak-tanduk PKS akhir-akhir ini semakin membuat saya berfikir, apakah masih pantas partai ini menyandang sebagai partai da'wah apalagi dengan mengkaitkan gerakannya dengan gerakan Ihwanul Muslimin yang notabene sebagai gerakan murni da'wah Islam.

Mulai dari perhelatan MUNAS yang diselenggarakan di hotel mewah yang membuat saya pribadi miris dan jauh dari semangat Islam yang menjunjung keadilan. Tanda-tanda akan adanya perubahan flatform perjuangan partai ini pun semakin jelas. Mungkin keprihatinan dan uneg-uneg yang diungkapkan oleh saudara kita di blog PKS Watch ini ada benarnya.

Lantas siapa lagi pembela umat Islam dinegeri ini yang dapat diandalkan bila partai 'bersih dan jujur' seperti PKS saja masih dapat terlena dengan kursi dan kekuasaan ?

Jumat, 18 Juni 2010

Kalo Sudah Duduk Lupa Berdiri ?

Judul diatas mengingatkan kita dengan iklan salah satu merek kursi di televisi khan ? begitu juga yang terjadi dilingkungan politik dan birokrat di negara kita. Saat kampanye mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi yang mereka idamkan dengan berbagai cara, mereka rela mengorbankan harta benda bahkan kehormatan mereka sendiri dengan mengeluarkan janji-janji manis kepada konstituen mereka yang bahkan mereka sendiri tidak tau apakah janji-janji itu bisa mereka tepati.

Saat mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka seakan lupa dengan janji dan jargon-jargon muluk yang mereka berikan kepada pemilihnya. Bila diluar negeri para pejabat marak mengundurkan diri karena malu tidak dapat menepati janji-janji mereka saat kampanye, di negara kita malah sibuk mencari pembenaran dan kambing hitam atas kegagalan mereka serta tidak ada sedikitpun rasa malu untuk itu.

Lebih menyedihkan lagi, bila suatu partai yang pada awalnya begitu semangat menyuarakan reformasi, keadilan, kesejahteraan dan kejujuran tapi saat mereka berada dipuncak seakan mereka lupa dengan janji-janji dan jargon-jargon yang selalu mereka dengungkan. Coba lihat artikel ini, apa yang tertulis disini cukup membuat kita miris karena sedikitpun tidak mencerminkan semangat yang pernah mereka dengungkan.

Tidak salah khan bila banyak pemilih yang menolak untuk memilih, bila kenyataannya seperti itu.

Jumat, 11 Juni 2010

Oh Nokia ku

Tadi baca artikel tentang demonstrasi besar yang terjadi di Finlandia salah satu negara di daratan Eropa. Uniknya, bila sebagian besar masyarakat Eropa banyak yang mengutuk dan mengecam tindakan penyerangan tentara Israel terhadap iring-iringan kapal relawan kemanusiaan yang menyebabkan 20 orang tewas dalam demonstrasi yang diikuti hampir 2000 orang tersebut malah mendukung aksi keji Israel tersebut.


Saya jadi kepikiran tentang fatwa salah seorang ulama besar Mesir yang menyatakan HARAM bagi siapapun yang membelanjakan uangnya untuk membeli barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan yang keuntungannya digunakan untuk membantu Israel (karena sama saja membantu Israel membunuhi orang Palestina).

Nokia, salah satu merek ponsel populer yang paling banyak digunakan saat ini merupakan salah satu produk yang diproduksi oleh perusahaan yang berkantor pusat di Finlandia. Bahkan Nokia telah menerima salah satu penghargaan yang diberikan oleh pemerintah zionis Israel (Jubilee Award). Sedangkan saat ini ponsel yang saya gunakan bermerek Nokia, apakah saya otomatis menjadi salah seorang pembunuh ? :((

Sabtu, 05 Juni 2010

Susahnya Berurusan Dengan Kera

Membayangkan peristiwa penyerangan tentara Israel terhadap kapal tim relawan yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza saya jadi teringat dengan salah satu ayat Al-quran yang menggambarkan bangsa Israel sebagai bangsa kera yang hina, “Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui orang-orang yang melanggar di antara hari Sabtu. Lain kami berfirman kepada mereka, “Jadilah Kamu kera yang hina”. (Qs. Al Baqarah).


Sikap dan tindak tanduk Israel baik sebagai negara maupun bangsa telah banyak menyebabkan kerusakan di muka bumi ini. Bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang degil, tidak mau diatur,rewel (banyak bertanya), pembohong dan penghianat, yang lebih tragis lagi mereka memiliki sejarah panjang sebagai bangsa yang selalu berusaha membunuhi dan melecehkan nabi-nabinya sendiri bahkan melecehkan kitab sucinya sendiri (taurat).


Negara Israel sendiri berdiri di atas tanah yang mereka rampas dari orang-orang Palestina dengan cara licik dan kejam yang dibantu oleh sekutu-sekutu baratnya. Bahkan saat ini salah satu tempat suci umat muslim masjid Al-Aqsa terancam hancur akibat ulah pemerintah Israel yang mengklaim bahwa peninggalan (harta karun) kerajaan Israel masih terpendam di dalam tanah tepat dibawah masjidil Aqsa hingga penggalian yang mereka lakukan banyak meyebabkan kerusakan pada pondasi masjid.


Israel tidak pernah mengindahkan kecaman-kecaman internasional bahkan mereka berani tidak mengindahkan resolusi PBB dengan berlindung dibelakang 'saudara besarnya' Amerika. Kerusakan demi kerusakan mulai dari pencaplokan tanah-tanah bangsa Arab hingga pembunuh-pembunuhan yang Israel lakukan terhadap bangsa Palestina semakin memperjelas sifat-sifat asli mereka yang banyak digambarkan oleh Al-Quran dan Hadis.


Bahkan disinyalir kerusakan moral, ahklak dan kehancuran sendi-sendi ekonomi, sosial dan budaya yang melanda dunia secara global adalah ulah dari bangsa Israel dengan faham Zionisme dan gerakan Free Masonry mereka yang sampai saat ini masih terus berusaha merusak umat manusia terutama umat Muslim yang mereka anggap sebagai musuh bebuyutan dengan segala cara.


“Wahai Bani Israel ingatlah nikmat-nikmatKu yang telah Aku karuniakan padamu dan penuhilah janji-janjimu, agar Aku memenuhi janjiKu. Dan hanyalah kepadaKu kamu takut”. (Qs. Al Baqarah -40)


“Dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah senang terhadap kamu, hingga Kamu mengikuti millah (agama) mereka”. (Qs. Al Baqarah - 85)


“Apa-apa yang telah aku larang untukmu maka jauhilah. Dan apa-apa yang aku perintahkan maka kerjakanlah semampumu. Kebinasaan orang-orang sebelum kamu tidak lain karena mereka banyak bertanya dan menentang Nabi-nabi mereka”. (Hr. Bukhari dan Muslim)

Sabtu, 26 Desember 2009

Bila Otak Lagi Tumpul

Wuih.... gak terasa udah hampir dua bulan terakhir ini gak ada sedikitpun ide atau isi hati yang terposting di beberapa blog saya, bahkan Bacalah-Web yang biasanya rutin saya update juga hampir terbelangkalai hampir satu bulan terakhir... cek dicek syukur alhamdulillah keadaannya juga masih seperti 'sebelumnya' alias gak ke hack orang usil karena dipengalaman sebelumnya website saya yang satu ini pernah di obrak abrik lantaran lama gak 'ditengokin' he he he.

Ada niatan untuk posting tulisan tentang pemrograman Java dan Python hanya tinggal niat aja karena gak juga kesampaian. Jujur sebenarnya penyebabnya bukan karena gak ada waktu, tapi ada hal lain... otak ini lagi tumpul he he he, karena beberapa waktu terakhir ini saya sepertinya lebih 'concern' ke situs-situs jejaring sosial.

Banyak isi kepala dan isi hati yang semestinya bisa saya rangkai jadi satu tulisan malah banyak berceceran jadi potongan-potongan status pendek di situs-situs macam Facebook, Plurk, Koprol dan twitter bahkan kadang saya tuangkan dalam status di Yahoo Updates.

Hmmm apa kudu ngurangin aktifitas di situs jejaring sosial ?

Kamis, 15 Oktober 2009

Terorisme Dalam Pikiran Orang Awam Seperti Saya.....

Beberapa minggu terakhir ini terutama selama puasa dan pasca lebaran beberapa blog saya praktis tidak terupdate sama sekali, tidak ada posting sama sekali kalo pun ada isinya juga sama persis seperti tulisan ini... hanya tulisan kecil sebatas ungkapan hati dan isi kepala yang bingung mau nulis apa :)

Repot juga, hampir semua tulisan saya biasanya berisi opini dan isi hati saya seputar kejadian dan peristiwa disekitar saya... tapi akhir-akhir ini peristiwa yang paling santer dan banyak terdengar adalah peristiwa pemboman dan berita-berita seputar terorisme.

Jujur aja... sampai saat ini saya kurang begitu bergairah berbicara mengenai terorisme terutama bila aksi-aksi teror ini disangkut pautkan dengan jihad, syariat islam dan hal-hal yang berbau Islam. Sampai saat ini saya tetap yakin bahwa umat Islam di Indonesia adalah muslim yang paling toleran, moderat tapi tetap memegang teguh syariat tauhid yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Aksi-aksi terorisme yang selama ini terjadi bagi saya adalah tindakan bodoh dari orang-orang bayaran yang mengaku Islam dan berusaha berlindung dibalik syariat Islam untuk menutupi niat-niat busuk dibalik aksi terorisme (entah itu politik, ekonomi, sosial, keamanan bahkan merusak Islam itu sendiri).

Dalam Islam memang diajarkan untuk berjihad membela kebenaran dan keadilan serta membela agama Allah dari orang-orang yang berusaha merusaknya. Tapi saat ini, serangan hebat yang telah menghantam umat Islam Indonesia adalah serangan opini, berita dan paham-paham serta ajaran-ajaran yang berusaha merusak Islam lewat pemikiran untuk membelokan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Jadi jihad dengan kekerasan adalah tindakan yang bukan pada tempatnya karena saat ini kita lebih membutuhkan suatu gerakan jihad untuk melawan pemikiran-pemikiran dan paham-paham yang berusaha menyerang keimanan Umat Islam dengan Jihad lewat Dakwah dan Pendidikan agar keimanan umat Islam tidak mudah dibelokan oleh segelintir kelompok yang memiliki kebencian terhadap Islam (yang mungkin saja mendapat sokongan pihak asing), jihad dengan mengangkat senjata lebih cocok diterapkan di negeri yang dilanda serangan 'fisik' (senjata) karena serangan yang terjadi di Indonesia lebih berbahaya dari pada serangan bersenjata karena dapat membelokan keimanan Islam dan lambat laun dapat merusak Islam dari dalam.

Pernahkah kita berfikir, mungkinkah fenomena pemboman yang terjadi di Indonesia ini adalah perbuatan orang-orang yang membenci Islam dengan memanfaatkan orang-orang Islam yang bermental lemah untuk dijadikan 'bom' dengan iming-iming surga karena telah berjihad ? Sebelum fenomena pemboman 'jihad' terjadi, dinegeri ini telah terjadi fenomena nabi-nabi palsu yang berusaha merusak syariat Islam, jauh sebelumnya juga terjadi fenomena pertikaian-pertikaian antara muslim dan non muslim yang berusaha menggambarkan Islam sebagai agama yang beringas. Semua fenomena yang terjadi ini merupakan usaha untuk merusak keimanan dan menganggu ketahanan umat Islam ditanah air.

Semoga Allah SWT selalu melindungi keimanan kita dan melindungi kita dari kehancuran....

Senin, 24 Agustus 2009

Nyaris Azah.....

Nyaris aja.... karena gak saya terlalu perhatikan, domain Bacalah-Web nyaris 'expired' total dan halaman situs ini hampir dua minggu tidak dapat tampil karena domain yang sudah kadaluwarsa. Alhamdulillah hari ini situs ini sudah bisa diakses dan domainnya sudah diperpanjang.