Minggu, 16 Januari 2011

Sekarang Apalagi ?

Beberapa waktu terakhir ini isi berita di internet didominasi berita tentang korupsi dan Gayus. Untuk hari ini ?

Waallaah... Berita di internet hari ini kebanyakan bercerita tentang intrik politik parpol, mulai dari berita tentang parpol yang berusaha 'menggaet' tokoh-tokoh agama dan kyai untuk masuk partainya hingga berita tentang isu parpol besar yang berusaha 'menggolkan' aturan tentang perolehan suara minimal di parlemen dengan meningkatkan PT yang awalnya hanya 2.5 persen menjadi 4 persen (bahkan ada yang mengusulkan hingga di atas 5 persen) hingga parpol kecil akan semakin payah mempertahankan eksistensinya.

Apapun tujuan dan argumen parpol-parpol ini dalam intriknya muara tujuannya akan selalu sama, yaitu 'kepentingan' golongan mereka sendiri dalam hal ini kepentingan 'partai', kader dan kroni-kroninya yang tidak pernah bermanfaat banyak buat para pemilihnya. Parpol tidak lebih berperan sebagai 'agen' calon presiden dan menteri, lebih mementingkan 'kesejahteraan' kader mereka.
----------
Sent from my Nokia phone

Jumat, 14 Januari 2011

Wajib Atau Potong Gaji ?

Semalam ikut pengajian kantor, kegiatan ini sendiri sempat vakum selama beberapa lama karena yang hadir selalu sedikit. Tadi malam, dalam acara pembukaan pengajian yang baru... 'Big Boss' menyatakan bahwa pengajian yang rencananya dilakukan 2 minggu sekali ini wajib dihadiri oleh setiap karyawan (tanpa kecuali).

Beliau sendiri juga sudah menyatakan akan menilai sendiri kehadiran tiap-tiap karyawan yang hadir dalam pengajian ini. Karena sifatnya wajib maka karyawan yang jarang hadir apalagi yang tidak pernah menghadiri pengajian akan dikenakan sanksi langsung dari si Boss.

Sanksi-nya bisa berupa peringatan sampai penundaan kenaikan gaji/jabatan..... waaaaah, ini merupakan terobosan terbaru dari pengajian kantor yang pernah saya ikuti. Jadi ingat dulu waktu saya ikut pengajian sekolah juga mempunyai peraturan yang hampir sama dengan pengajian ini, bila tidak ikut pengajian maka nilai pelajaran 'Agama Islam' dijamin dapat pengurangan hehehe.

Mungkin sepertinya terlalu berlebihan tapi kita ambil nilai positifnya aja, yang pertama kita jadi rajin ngaji, yang kedua kita masih bisa bersyukur ada atasan yang peduli dengan urusan 'keimanan/akhirat' karyawannya dan yang paling penting, acara pengajian ini sekalian mendoakan semoga perusahaan semakin maju dan semoga semua karyawannya 'semakin' sejahtera... amiiien

Sabtu, 08 Januari 2011

Ada Unsur Politik Juga ?

Tadi sore menyaksikan pertandingan perdana Liga Primer Indonesia (LPI) lewat televisi, pertandingan perdana liga ini dibuka oleh kesebelasan Persema Malang dan Solo FC. Pertandingan dimenangkan oleh Persema dengan skor telak 5 -1.

Yang menarik dari pertandingan pembukaan ini adalah dengan hadirnya beberapa politisi antara lain Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dari pandangan awam saya, mungkinkah kehadiran LPI juga dimotivasi unsur politis ?

Kenapa saya bisa berfikir seperti itu ? Itu mungkin saja, sebab seperti yang kita ketahui saat ini PSSI sebagai satu-satunya induk olahraga sepakbola nasional secara organisasi 'dikuasai' oleh pengaruh Partai Golkar dengan Nurdin Halid sebagai ketua umumnya.

Nurdin Halid adalah salah satu kader Partai Golkar yang mempunyai pengaruh besar di Indonesia timur dan banyak kalangan menilai Nurdin adalah salah seorang 'tangan kanan' ketua umum Partai Golkar saat ini. Hingga saat hingar bingar kebangkitan sepakbola tanah air, Golkar lewat PSSI berusaha mengambil simpati dan mulai berusaha menunjukan 'image' lewat geliat kebangkitan persepakbolaan tanah air.

Sedangkan semua orang tahu bahwa LPI merupakan liga tandingan Liga Super Indonesia (LSI) yang berada dibawah pembinaan PSSI. Bahkan konsorsium penyelenggara yang dimotori oleh salah seorang pengusaha besar nasional 'dituduh' oleh PSSI telah melakukan 'kudeta' dengan berusaha membentuk PSSI tandingan serta melanggar UU tentang keolahragaan nasional.

Kehadiran LPI sendiri disambut antusias oleh masyarakat luas. Ini tidak heran mengingat saat ini PSSI dinilai oleh masyarakat sudah demikian 'rusak' dan gagal dalam menciptakan prestasi dan gagal melakukan pembinaan atlet-atlet sepakbola kita serta gagal meningkatkan kemajuan dunia persepakbolaan tanah air.

Dari euforia dan dukungan masyarakat kepada LPI inilah yang mungkin mendorong masuknya unsur-unsur politis dalam kehadiran LPI, jadi tidak heran bila acara pembukaan dan laga perdana LPI dihadiri beberapa tokoh partai politik yang mungkin memiliki 'kepentingan' yang berseberangan dengan Golkar. Bahkan pemerintah sendiri (yang 'kebetulan' saat ini dikuasai partai Demokrat) sudah memberikan dukungan kepada LPI dan unsur-unsur keamanan seperti kepolisian juga nampak 'tersirat' dukungannya menyambut kehadiran LPI.

Tulisan ini bukan bermaksud memberikan analisa politik tapi hanya sekedar mengeluarkan isi hati dan pendapat pribadi saya saja mengenai persepakbolaan ditanah air, mudah-mudahan harapan masyarakat akan kebangkitan prestasi sepakbola nasional dengan murni menjunjung sportifitas, 'Fair Play' dan tidak dicampuri 'urusan poltik' tidak (lagi-lagi) dikotori oleh ulah segelintir kelompok golongan untuk kepentingan politiknya. Bagaimana dengan pendapat Anda ?

Senin, 03 Januari 2011

Semangat Baru dan Rencana Baru

Hari ketiga ditahun 2011, hari ini merupakan hari pertama kita memulai rutinitas dan aktifitas, semangat baru, visi baru dan segudang target sudah menanti untuk diraih. Saya sendiri meskipun tidak ada target macam-macam tetap memiliki harapan yang lebih yang harus diraih ditahun ini.

Untuk urusan karir dan pekerjaan mungkin saya tidak memiliki target khusus. Tapi untuk urusan tulis menulis dan hal-hal yang berkaitan hobi saya (komputer dan computer programming) sepertinya saya mempunyai banyak harapan dan target yang akan saya wujudkan.

Salah satunya adalah membuat sebuah projek kecil-kecilan yang berkaitan dengan pemrograman web dengan bahasa pemrograman Python. Yang saya sebut 'Projek' disini sebenarnya bukan seperti projek Open Source seperti Wordpress, Drupal, Django dan lain-lain tapi lebih condong pada projek contoh saja karena dalam beberapa waktu terakhir ini saya sedang menulis tulisan yang berkaitan dengan pemrograman web dengan Python di salah satu weblog saya.

Yah, hitung-hitung mengembangkan kemampuan dan pengetahuan diri dalam menulis dan kemampuan pemrograman Python sambil membagi pengetahuan. Mudah-mudahan dapat berguna dan dapat lebih meningkatkan perkembangan Python di tanah air.

Selasa, 28 Desember 2010

Beginilah Kalo Sudah Terpojok

Tadi baca salah satu link dari seorang rekan di Facebook-nya yang memberitakan tentang pernyataan ketua umum PSSI yang menyatakan perlakuan curang dan teror pihak Malaysia terhadap tim nasional Indonesia sejak kedatangan hingga jalannya pertandingan.

Hmmm... karena penasaran mau baca artikel sumbernya akhirnya ketemu juga hehehe. Artikel ini menyebut Nurdin Halid lebih mengurusi urusan teror supporter Malaysia ketimbang melakukan pembenahan atas kekalahan ini dan kejadian yang timbul akibat kekacauan distribusi tiket yang terjadi di tanah air.

"Jadi memang ada hal yang teman-teman pers tidak tahu, bahwa sebetulnya timnas kita itu dari awal sudah dapat teror. Sejak dari awal latihan, menunggu bus sangat lama. Saya sampai maki-maki petugasnya," tutur Nurdin.

"Begitu kita tiba di tempat latihan, di muka gawang itu ditaburkan sesuatu serbuk yang membuat kiper kita gatal-gatal. Tapi saya belum tahu apa itu. (Pelatih) Widodo dan dokter bilang, serbuk itu menciptakan alergi, apalagi sampai bengkak-bengkak di Markus."

Kalo dipikir-pikir, kalo memang Bapak Halid ini serius dan memang memiliki bukti kalo kekalahan tim kita akibat kecurangan yang dilakukan supporter Malaysia kenapa tidak melakukan penuntutan agar hasil pertandingan di-anulir ? Dan sampai tadi malam saya juga tidak melihat tindakan berarti dari PSSI terutama Nurdin Halid untuk menyelesaikan masalah 'teror supporter' yang telah dijadikan kambing hitam oleh beliau ini.

Gaya 'ngeles' petinggi PSSI memang serupa tapi tak sama dengan anggota DPR dan pejabat yang habis ketahuan 'bobroknya', ngeles sengeles-ngelesnya kalo perlu pake alasan yang gak masuk akal dan 'menggelikan' untuk menutupi kelemahannya karena sudah mentok.

Yaaah... buat orang yang yang hanya memiliki 'strata' rakyat biasa seperti saya hanya bisa garuk-garuk kepala, urut dada sambil cengar-cengir melihat kelakuan konyol pejabat-pejabat macam ini sambil memendam sakit hati karena sudah tau dibodohin tapi gak bisa berbuat apa-apa.

Sudah waktunya 'Kemaluan' bangsa ini lebih diperbesar agar budaya malu benar-benar mendarah daging dan menjiwai moral bangsa terutama para pejabat negeri ini.

Jumat, 17 Desember 2010

Jadi Gak Yakin

Nonton hasil pertandingan AFF Cup antara Indonesia vs Filipina kemarin (16/12) jadi bikin gak yakin kalo Indonesia bakal masuk ke grand final kejuaraan ini. Dengan hasil kurang menyakinkan 1 - 0, itu juga sepertinya gol masuk untung-untungan.

Di pertandingan kemarin, Indonesia tampak bernar-benar bersusah payah untuk mengimbangi permainan lawan yang sebagian besar pemainnya adalah pemain asimilasi dari Eropa dan Amerika (rekan saya menyebut pertandingan kemarin adalah pertandingan melawan Inggris bukan dengan Filipina).

Kalo di kandang sendiri kita hanya bisa menghasilkan kemenangan tipis maka di pertandingan leg kedua nanti (19/12) bila permainan masih tetap seperti kemarin maka kemungkinan menang akan kecil.

Tapi tidak ada salahnya tetap berharap dan berusaha, mudah-mudahan kesebelasan kita mampu memenangkan pertandingan ini atau paling tidak menghasilkan skor seri untuk lolos ke final AFF Cup.

Sabtu, 11 Desember 2010

Biar Tidak Iri

Jadi orang memang harus adil supaya tidak ada yang merasa iri karena merasa 'di-anak tirikan'. Kalo kita punya anak lebih dari satu maka kasih sayang dan perhatian kita juga harus kita curahkan dengan adil agar anak-anak kita tidak ada yang merasa 'terzolimi' karena iri merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil.

Atau bila kita memiliki istri lebih dari satu, begitu juga...he he he, karena akibatnya bakal kacau kalo kita sampai tidak adil karena resikonya adalah 'dunia-akhirat'. Kita berdosa bila tidak bisa 'adil' dalam memberikan nafkah lahir dan batin, dan si istripun akan menuntuk ke pengadilan bila kita tidak adil dalam memperlakukan mereka.

Nah, berkaitan dengan keadilan saya juga harus adil dengan blog-blog saya yang lain agar satu blog yang jarang di-update tidak merasa iri dan ditinggalkan karena jarang terupdate. He he he... Meskipun kelihatan cukup merepotkan karena kita harus punya stok tulisan yang cukup untuk ditulis diblog-blog kita tapi paling tidak kita bisa ambil manfaatnya, yaitu kemampuan dan pengalaman menulis kita akan semakin terasah.

Saya juga heran, ada seorang blogger yang memiliki blog lebih dari tiga tapi mampu mengupdate ke setiap blognya dengan rutin hampir setiap hari... ckckck... bahkan dengan tulisan yang beragam, meskipun kita tidak tahu apakah itu hasil 'copy-paste' atau bukan tapi yang jelas isinya cukup menarik.

Apapun isi blog kita sebenarnya tidak perlu diributkan, apakah itu hasil 'copy-paste' atau 'repost' yang pasti itu adalah hak dari si-empunya blog yang penting mendatangkan manfaat bagi pemiliknya dan kalo bisa bermanfaat juga buat pembacanya.

Jangan seperti tulisan-tulisan saya di sini yang isinya hanya celotehan-celotehan yang mungkin tidak jelas buat Anda tapi setidaknya saya bisa menulis sesuatu di sini walo hanya sekedar menumpahkan isi hati.

Rabu, 08 Desember 2010

Kelilit 'Utang' Neeeeh...

Hehehe... Saya lagi kelilit utang tulisan nih, dalam beberapa hari terakhir ini praktis tidak ada tulisan yang sedikit serius terutama untuk blog dan website tutorial yang saya maintain.

memang, kebetulan saya lagi menulis tutorial tentang pemrograman web dengan Python yang sengaja saya buat secara 'berseri' termasuk dalam bentuk e-book dan sample kode programnya.

Tapi dalam beberapa hari terakhir saya lagi merasa sedikit 'exciting' dengan CMS Drupal karena saya lagi coba-coba belajar theming dan penggunaan modul-modulnya yang agak sedikit mengganggu konsentrasi tulisan tutorial saya.

Hmmm... Bismillah ajalah, mudah-mudahan utangnya cepet lunas.

Sabtu, 27 November 2010

Mesti Hati-hati Kalo Bikin Peraturan

He he he, ngeblog sambil nunggu hujan diluar berhenti dan ngisi 'kekosongan'... jadi inget sama seorang rekan yang tiba-tiba tergopoh-gopoh keluar dari toilet kantor sambil menutup resletingnya yang masih terbuka dan masuk ke ruangan kerja saya.

'Busyet deh Nal, tadi gue baru aja buka celana mo buang air... eh ada tulisan nempel di closet katanya -Dilarang Memasukan Benda Apapun ke Dalam Closet ini, bikin gue ga jadi kencing.. ngebaca tulisan itu, gue langsung masukin 'itu' gue ke celana. sapa sih yang nempelin tulisan itu ?'

Kurang lebih itulah kata-katanya saat keluar dari toilet sambil setengah teriak dan sambil 'cengar-cengir', tentu saja kata-katanya di atas hanya lelucon. Tapi kalo dipikir-pikir, kenapa juga mesti ada larangan seperti itu di closet... he he he.

Larangan ataupun peraturan kalo tidak dibuat hati-hati memang bisa membahayakan, kalo saja tulisan closet di atas memang dilakukan oleh setiap orang yang membacanya gak bisa dibayangkan berbahayanya buat kesehatan... bisa-bisa semua orang bisa kencing batu karena menahan 'pipis'.

Sebuah peraturan juga bisa dilanggar dengan mudah hanya dengan sedikit kemampuan silat lidah, contohnya tulisan 'Dilarang Merokok di Sini'. Seorang rekan saya dengan santainya merokok di ruangan kerja sambil bekerja... melihat itu saya langsung menegurnya, 'Hei, situ ga baca kalo di sini ga boleh merokok ?' tau ga apa kira-kira jawabannya ?

'Lho yang dilarang khan merokok di dinding itu, karena tulisannya hanya bilang -Dilarang Merokok di Sini (dinding tempat larangan tersebut nempel), coba kalo tulisannya -Dilarang Merokok di Ruangan Ini, nah itu yang benar....'

Sekilas benar juga jawabannya meskipun kedengeran bodoh tapi itu memang jawaban yang 'pintar'. Mendengar jawaban itu bikin saya mangkel tapi sambil tertawa...

Nah jadi jangan heran, sebanyak apapun peraturan, larangan dan undang-undang yang dibuat selama aturan tersebut dibuat hanya sekedar 'dibuat' tapi memiliki celah dan 'multi interpretasi' dipastikan banyak pelanggar hukum, koruptor dan 'maling' berkerah putih yang lolos dari jeratan hukum. Dan anekdot yang menyatakan 'Peraturan itu dibuat untuk dilanggar' itu ada benarnya, mungkin inilah yang menjadikan korupsi menjadi budaya yang sulit dihapus.

Apalagi apabila sebuah peraturan yang dibuat (sengaja) untuk kepentingan dan keuntungan 'golongan' tertentu saja, ini lebih berbahaya karena dapat merugikan orang banyak.

Dan bagi 'objek' peraturan seperti kita juga harus hati-hati menyikapi peraturan yang ada agar tidak menjadi korban dari peraturan 'jadi-jadian'

Minggu, 21 November 2010

Inilah Budaya Tolong Menolong

Dalam masyarakat kita, budaya saling membantu, tolong menolong dan bergotong royong sudah berakar kuat. Mulai dari kerja bakti bersih-bersih kampung, memperbaiki jalan lingkungan hingga membantu saudara dan tetangga yg mengalami musibah.

Budaya ini masih banyak dilakukan sampai saat ini. Uniknya, kebiasaan ini juga masih banyak dipraktekan tdk hanya di daerah pedesaan tapi di ibukota metropolitan Jakarta kebiasaan gotong royong spt ini masih dipraktekan.

Jadi teringat saat saya menikah beberapa tahun yang lalu, saya sempat terheran-heran saat banyak tetangga dan 'family' yg membawakan kebutuhan pesta resepsi pernikahan, mulai dari beras hingga minuman mineral. Setelah resepsi saya sempat bertanya kpd istri mengenai hal tsb dan dia menjelaskan bahwa semua pemberian tsb harus 'dikembalikan' saat si pemberi mengadakan hajatan.

Walah, kalo tau begitu kenapa kita tdk minta bantuan berupa uang saja mengingat perbedaan harga saat kita harus mengembalikan pemberian tsb... he he he (bokis)
----------
Sent from my Nokia phone